**** “Gila kamu, Far!” pekik Dewi sembari berdiri dari duduknya. Wanita itu benar-benar terkejut atas pengakuan Fara. Bagaimana tidak, jika sikap Fara bisa dianggap begitu gila. Untuk apa? Untuk memancing Abra kembali padanya? Pikiran Dewi berkecamuk atas dua pertanyaan itu. Ya, beberapa detik yang lalu, Fara baru saja menyelesaikan ceritanya seputar sikapnya tadi malam. Wanita bermata bulat nan jernih itu tak dapat menyembunyikannya sebagai rahasia pribadi. Hatinya terlalu gusar untuk menyimpan semuanya sendirian. Namun, Dewi justru terkejut mendengar pengakuan itu. Pengakuan perihal sikap spontan Fara mengenai balasan pesan dari Abra. Bahkan, ia mengakui bahwa sudah melangsungkan percakapan teks itu hingga beberapa kali. Tidak lupa, ia memberitahu semua pesan keras kepala dari manta

