Malam kembali datang. Sementara, wanita bermata bulat nan jernih itu tengah terdiam sembari mengulas senyuman. Ia meringkuk di atas ranjang tidurnya bersamaan dengan bayangan hari-hari yang ia lewati bersama Sony. Hatinya yang terluka sebab ulah Abra kini berangsur berdesir oleh Sony. Terlebih, ketika mengingat bagaimana Sony membelanya pada saat terkena omelan dari Surya setelah pulang terlambat dari kencan pertama. Ya, malam itu, Fara pulang dengan penuh kecemasan. Sementara, Surya sudah berkacak pinggang dengan raut geram. Sony yang tidak turun mobil, masih menahan laju mobilnya untuk memastikan Fara baik-baik saja. “Kamu enggak menepati janji, Far. Bukankah kamu tahu akibatnya?” ucap Surya sembari memasang wajah tegas kala itu. Fara hanya menundukkan kepala tanpa bisa berkata apa-ap

