Secangkir kopi diletakkan di atas meja kerja Fara, membuat wanita itu reflek menatap sang pelaku. Ia menghela napas lega setelahnya, karena hanya seorang Dewi bukan Sony. Jika Sony yang melakukannya sudah pasti ia tidak bisa menyembunyikan rasa malu, sebab belum siap untuk memperlihatkan kedekatannya dengan pria itu. Dewi berangsur menarik salah satu kursi korong di samping meja Fara, yang mana pemiliknya sedang tidak masuk bekerja. Dan saat ini, sudah memasuki jam makan siang, sehingga membuat Dewi tidak sungkan sekaligus takut untuk meninggalkan meja kerjanya sendiri. Dewi berangsur duduk pada kursi tersebut. Detik berikutnya, ia menatap Fara sembari bertanya, “lancar, Far?” Fara menepis tatapan Dewi dan memilih berbalik badan kembali menatap monitor komputer kerjanya. “Balik sana, D

