Dua bulan telah berlalu. Sejauh waktu berjalan, keadaan sepasang kekasih masih sama saja. Nyaris tidak ada perubahan. Kendati pihak pria yang merupakan Abra tidak sedikit dalam berusaha. Namun, kenyataan membuktikan bahwa mengubah karakter dan sifat diri tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Pria itu masih kerap emosi sekaligus kesal, tidak jarang ia melampiaskan semuanya pada Fara dan berujung menyalahkan wanita itu. Berbeda dengan Abra, Fara justru berubah. Namun bukan perubahan signifikan untuk melalui hubungan tujuh tahun tersebut. Daripada banyak menjatuhkan rasa curiga tidak terbukti layaknya dulu, kini ia lebih banyak diam. Bisa dikatakan lebih baik mengalah, meski sebenarnya ia malas menanggapi sikap keras Abra yang terbukti bulsyit untuk berubah. Diamnya Fara berarti keha

