Episode 44-Pada Kenyataannya

1192 Kata

Sesaat setelah turun dari mobil pinjamannya, Abra berdiri menghadap rumah Fara. Ia menghela napas dalam seiring gerak matanya yang menemukan seseorang tengah meringkuk di teras rumah itu. Abra kembali menepis rasa kecewa di dalam hatinya, yang sejak tadi ia tekan dengan perasaan khawatir. Lalu, pria itu mulai melaju kakinya menuju teras rumah itu. Fara—seseorang yang tengah meringkuk itu—sama sekali tidak mengubah sikap bahkan pandangan sekali pun. Kendati ia mendengar deru mobil yang dibawa pria tujuh tahunnya memasuki gerbang rumahnya beberapa detik yang lalu. Pikiran Fara seolah tengah kosong, bahkan pandangannya yang sejak tadi ke arah bawah. Wanita itu juga sama sekali tidak menggubris Abra yang kini berangsur duduk di samping dirinya. Abra menghela napas dalam. Ia tetap menahan seg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN