Luka yang Kau Beri

1417 Kata

Untuk beberapa saat lamanya Rinjani tidak bisa mencerna semua keadaan, kepalanya terasa berdenyut nyeri. Wajah yang sedari tadi nampak bersinar walaupun terlihat gugup itu kini menjadi pucat. Jantungnya berdebar-debar, dalam hati ia merapal doa semoga apa yang barusan terjadi itu hanya kesalahpahaman semata. Sedangkan kedua satpam yang berdiri di dekat pos hanya bisa menatap Rinjani dengan sorot iba. Sampai sepuluh menit kemudian, mobil berwarna merah yang tadi dikendarai Sera kembali muncul dari dalam. Refleks Rinjani mundur beberapa langkah, tubuhnya bersembunyi di antara pos penjaga yang setengahnya berdinding kaca. Meski berada di belakangnya, tapi Rinjani bisa melihat seseorang yang berada di balik kemudi dengan jendela yang dibuka sepenuhnya itu. Tangannya langsung membekap mulutn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN