Tidak Lagi Percaya Cintanya

1962 Kata

Menjelang makan malam, Bulan nekat menghampiri kamar Kania yang masih terkunci rapat dari dalam. Sebagai manusia normal, Bulan tidak tega jika gadis itu melewati makan malam dan membiarkan perutnya kosong. Walau mungkin saja dia akan terkena masalah, Bulan yakin Langit akan mengerti pada akhirnya. Bahwa tidak ada masalah terselesaikan hanya dengan menyiksa satu sama lain. “Kania? Apa kakak boleh masuk?” tanya Bulan saat dia berdiri di depan pintu kamar adik iparnya itu. “Kakak siapa?” sahut Kania dari dalam kamar. “Kita belum kenalan, ya? Buka dulu, dong. Biar kita bisa kenalan, dan kamu bisa makan malam. Kakak bawa makanan buat kamu, dari tadi sore kamu belum makan, ‘kan?” Tidak ada jawaban apa pun dari dalam. Bulan mengetuk pintu beberapa kali, cukup pelan agar Kania bisa percaya ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN