Tepat seminggu Gema tidak datang di sekolah karena sakit, hari ini Gema sudah masuk ke sekolah kembali. Naya dan Mia sedang asik bicara di kagetkan dengan kedatangan Gema dan Vadi di pagi hari karena mereka datang sebelum bel masuk.
" Selamat pagi Naya, " sapa Vadi sebelum duduk di bangkunya sedangkan Gema sudah duduk di bangkunya.
" Ppaagi Vadi, " jawabnya sedikit terbata karena lumayan kaget karena mereka berdua datang tidak telat.
" Kamu kenapa Nay? Ekspresi muka mu kenapa seperti itu? " tanya Vadi.
" Eh, tidak ada apa-apa kok. "
" Kaget ya kami datang tidak terlambat? "
Dengan polosnya Naya mengangguk membuat Vadi terkekeh.
" Ini semua berkat Gema yang belum sehat sekali jadi kita tepat waktu ke sekolah, " bisik Vadi ke Naya membuat Naya tersenyum.
" Gema kamu sudah sehat? " tanya Naya basa basi sedangkan Gema hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa.
" Itu di tanyain sama Naya." Vadi menyenggol lengan Gema karena seperti biasa Gema selalu mengabaikan Naya.
" Tidak apa-apa Vadi," ucap Naya memberi kode ke Vadi.
"Gema sudah sarapan? aku bawa bekal tau, kamu mau?"
Tanpa jawaban dari Gema, Naya mengeluarkan kotak bekal dari dalam tas nya berisi sandwich sayuran dan menyodorkan ke depan Gema.
" Itu ada roti, kamu makan ya Gema supaya cepat sembuh. "
Gema akhirnya menatap Naya namun bukan tatapan bersahabat seperti yang di harapkan Naya.
" Lo bisa tidak, jangan ganggu gue terus? Anggap saja gue tidak ada di sini, lo ganggu banget, " ucap Gema santai namun menusuk.
" Ambil kembali atau gue buang kotak makan lo ini. " Gema sudah mengangkat kotak makan Naya dan mereka berdua jadi tontonan siswa di kelas mereka.
" Stop, jangan di buang. Itu makanan tau, kalau kamu tidak mau ya sudah, aku tidak memaksa, " ucap Naya sedikit emosi namun masih tetap suara rendah.
Naya sedikit terpancing emosinya karena Gema dengan mudahnya mau buang saja padahal itu makanan.
" Eitsss, tenang Nay. Kalau Gema tidak mau makan pemberian kamu, aku dengan senang hati akan memakannya kok. "
Vadi akhirnya menengahi peran dingin di pagi hari ini dan mengambil kotak bekal itu dari tangan Gema, lalu membuka dan memakan bekal yang Naya bawah.
" Hmm ini enak sekali Nay, besok-besok kalau kamu bawa bekal lagi kasih aku saja ya, " ucap Vadi lalu di akhiri kedipan mata membuat Naya akhirnya tersenyum sedangkan Gema sudah diam lagi dan menatap ke depan kembali.
" Sabar Nay, aku kan sudah selalu ingatkan kamu, " bisik Mia mengelus pundak Naya.
" Sok-sok an sih mau kasih Gema bekal, sakit hati kan dia, " celetuk salah satu siswi di kelas Naya dan Naya pun hanya diam mendengarkannya.
5 menit berikutnya guru di kelas Naya pun datang, bu Via sapaan guru Fisika itu pun memulai pelajaran di hari itu dan langsung memberi quiz kepada kelas Naya membuat kelas XII Mipa 2 itu langsung ribut karena quiznya dadakan mana pelajaran fisika.
Mau tidak mau mereka semua pun harus mengikuti quiz itu, yaitu menjawab 10 soal Essay dari bu Via.
Semua murid menghela nafas melihat soal quiz mereka termasuk siswa terpintar di kelas itu, 10 menit berlalu kelas itu masih hening karena fokus mengerjakan quiz namun berbagai gaya sudah keluar. Ada yang tengah garuk-garuk kepala yang jelas tak gatal, ada yang hanya membolak balikan kertas jawabannya yang masih kosong, ada yang melirik kanan kiri, mencoba cari jawaban dll.
Sedangkan Naya, dia sibuk menulis jawaban quiz karena kebetulan Naya sempat membaca buku catatan nya semalam sehingga ia sedikit terbantu dan itu membuat Mia juga sedikit terbantu karena ia menyontek hasil kerja Naya dan Naya pun memang mengizinkan karena Mia tidak sempat belajar semalam karena harus mengurus satu adik panti nya yang demam sedangkan Mia di kenal dengan kepintarannya apalagi dia anak beasiswa di sekolah itu.
" Dengar ya, bagi yang nilainya di bawah KKM atau 80.Kalian siap-siap remedy dengan menghapal kembali soal beserta jawaban yang kalian kerjakan saat ini. "
" Iya bu, " sorak mereka semua sedikit lesuh.
" Mampus, mana soalnya susah sekali lagi, kamu sudah selesai Gem? " tanya Vadi berbisik.
" Belum lah, s****n memang guru ini. Kenapa tiba-tiba quiz sih, mana tidak ada yang gue tau lagi, tapi gue juga tidak mau Remedy."
" Bener Gem, menyesal gue ikuti lo masuk sekolah hari ini. "
" Hmmm, gue juga. "
" Gema, Vadi, kalau kalian mau bicara, di luar saja. "
" Iya maaf bu. "
Gema dan Vadi pun kembali fokus menatap lembaran kertas jawaban nya yang masih kosong sedangkan Naya dan Mia sudah mengangkat lembaran jawaban mereka dan sedang mengeceknya jawaban mereka kembali.
" Nay, kamu sudah selesai? " tanya Vadi pelan.
" Iya, kamu sudah selesai? "
Vadi menggeleng lesuh.
" Ayo Nay, kita kumpul jawaban kita, " ajak Mia dan Naya pun mengangguk.
Mia jalan duluan ke meja guru untuk mengumpul jawabannya dan saat bu Via mengecek jawaban Mia, Naya tiba-tiba menyelipkan sebuah kertas ke laci Vadi dan langsung berdiri untuk mengumpul jawabannya juga dan itu membuat Vadi sedikit kaget dan ia tersenyum berterima kasih saat Naya sudah di depan pintu kelas dan menatapnya.
Vadi pun mencoba cari cara agar ia bisa melihat kertas yang Naya selipkan.
" Tinggal 20 menit lagi, setelah itu selesai tidak selesai kalian harus kumpul jawaban kalian, " ucap bi Via memberi peringatan.
Sedangkan siswa yang lain sudah satu persatu keluar dari kelas menyisahkan sekitar 10 orang saja yang tinggal.
" Gem, lo nggak mau lihat jawaban Naya? " Bisik Vadi karena ia sudah hampir selesai sedangkan Gema kertasnya masih kosong.
" Nggak usah, menyontek itu tidak baik Vadi. "
" Daripada Remedy, menghapal kembali ini semua lebih baik deh. Menyontek dalam keadaan kepepet di halalkan kok, " bisik Vadi dan Gema hanya membuang muka.
Tak lama Vadi pun selesai dan mencoba membujuk Gema untuk melihat kertas dari Naya sebelum mengumpulkan kertas jawabannya namun Gema masih bersikeras menolak membuat Vadi pasrah namun tetap menyelipkan kertas itu ke laci Gema lalu Vadi pun keluar dari kelas dan menyisahkan Gema dan satu siswa laki-laki juga di dalam kelas.
" Naya, tolong kamu jaga dulu Gema, ibu mau ke toilet sebentar, " pintah bu Via saat Naya melintas di depan kelas.
" Oh baik bu. "
Bu Via pun pergi menyisahkan Naya dan Gema dalam kelas, Naya duduk di kursi nya sambil mengawasi Gema.
" Gema, sisa 15 menit lagi. Kenapa kertas jawaban kamu masih kosong? kamu mau Remedy, hah? "
" Bisa diam tidak? Gue juga lagi berpikir ini. "
" Kelamaan tau cara kamu berpikir, kamu tidak dapat kertas dari Vadi? Cepat tulis itu, atau kamu mau menghapal ini semua? "
Gema hanya diam tidak menganggapi pertanyaan Naya namun ia pun menarik kertas dari dalam lacinya dan Gema pun menulis dengan cepat sebelum bu Via datang dan itu membuat Naya tersenyum.
Naya tau ini salah tapi demi orang yang ia suka, ia rela melenceng dari aturan. Memang kadang cinta bisa bikin kita bodoh.
" Sudah selesai Gema? " tanya Bu Via yang sudah datang kembali ke kelas.
" Iya bu, " jawab Gema lalu ia pun mengumpulkan jawabannya ke bu Via lalu ia pun keluar bersamaan dengan Naya yang sudah berdiri dari bangku paling depan karena setelah Gema menulis jawaban, Naya pindah ke bangku paling depan.
" Terima kasih ya Naya, atas bantuan kamu. "
" Iya bu. "
Naya pun akhirnya keluar kelas karena sudah akan istirahat 5 menit lagi, menyusul Mia yang sudah dari tadi menunggunya di kantin.
" Gema, gema, tunggu aku. "
Naya sedikit berlari menyusul Gema.
" Kamu mau ke kantin ya? Kita barengan ya, " ajak Naya saat ia sudah berhasil menyamakan posisinya di samping Gema namun Gema selalunya diam dan terus berjalan.
" Wehhh, ada anak yang tidak punya kuping nih guys. "
Tiba-tiba Laura dkk datang menghadang Naya dan Gema saat mereka jalan bersama, tepatnya Naya memaksa jalan bersama Gema karena Gema tidak menggubrik ajakan Gema tadi.
" Kamu itu pura-pura bodoh atau memang bodoh huh? Gue kan sudah peringatkan jangan dekat lagi sama Gema, lo tidak punya kuping? " tanya Laura sedikit mendorong bahu Naya sehingga Naya sedikit terdorong ke belakang sedangkan Gema hanya diam menyaksikan aksi Laura itu.
" Lo itu kuman, jadi sepatutnya jauh-jauh dari kita semua termasuk Gema. Selain bodoh, lo juga tidak tau malu ya, sudah di tolak berkali-kali oleh Gema masih saja dekat-dekat, dasar perempuan tidak punya malu. "
Naya hanya diam di caci maki oleh Laura, dan Gema pun hanya menyaksikan perlakuan kasar Laura itu.
" Lo pergi sana, " ucap Laura mendorong Naya membuat Naya terjatuh ke lantai.
Setelah itu Laura pun menggandeng lengan Gema meninggalkan Naya yang masih duduk di lantai di saksikan beberapa murid di dekat area itu, Laura pergi bersama Gema dengan Laura menggandeng lengan Gema di ikuti antek-anteknya.
Naya menatap nanar kepergian Gema, selain bokongnya yang sakit, hatinya pun juga sakit.
Sebegitu bencinya kah Gema padanya? di saat Laura membully nya, ia hanya diam saja membuat Naya benar-benar sakit namun tekadnya masih bulat untuk menaklukan Gema.
Naya pun berdiri sendiri kemudian membersihkan roknya lalu ia pun kembali melanjutkan keinginannya ke kantin karena sudah ada Mia yang menunggunya, dan sepanjang jalan ke kantin, Naya mendengar bisik-bisik tentang dirinya yang di bully oleh Laura tadi namun ia hanya diam walau jujur ia ingin menangis entah karena bokongnya yang sakit atau hatinya.
Sesampainya di kantin ia langsung melahap bakso yang Mia memang sudah pesan untuknya tanpa banyak bicara membuat Mia sedikit bingung namun Mia cuek saja karena mungkin Naya memang lapar.
Sedangkan tak jauh dari meja Naya, ada Daredevil bersama Laura Cs. Seperti biasa, Laura duduk berdekatan dengan Gema sambil berusaha menyuapi Gema mie ayam dan Gema pun hanya menurut saja dan Naya melihat itu semua dari sudut matanya dan rasanya sesak sekali.
" Hai Naya, Hai Mia, " sapa Vadi tiba-tiba datang menghampiri mereka.
" Hai, " sapa balik Naya dan Mia.
" Kamu tumben tidak menyapa Gema? biasanya kalau kamu lihat Gema di manapun selalu menyapanya. "
" Akuwww llwaapaarrr sweekalii, jwadii twidhak swempat mewnyawpanya, " ucap Naya dengan mulut penuh bakso membuat Vadi tertawa bersama Mia.
" Telan dulu Nay baru bicara, " ucap Vadi lalu mencubit pipi Naya saking gemasnya membuat Naya cemberut.
" Ihh, jangan cubit-cubit Vadi, sakit tau, " protes Naya membuat Vadi hanya tersenyum.
Dan aksi Naya dan Vadi di lihat orang yang berada di kantin termasuk Daredevil dan Laura Cs.
" Astaga, gue barusan lihat Vadi seperti itu sama cewek. Berarti Vadi sudah suka betulan sama si Naya, " ucap Leo di setujui oleh yang lain kecuali Gema dan Laura Cs malah semakin tidak suka melihat Naya.
" Dasar cewek gatal, tidak dapat yang satu, malah mepet sahabatnya, " gerutu Laura dan yang lain hanya diam.
Naya, Mia dan Vadi pun sibuk bicara di tempat duduk Naya, tanpa peduli gunjingan orang lain tentang Naya.