Alarm berbunyi, Kasa membuka mata. Ternyata, cuma mimpi. Dia segera bangun karena subuh menjelang. Beres melaksanakan kewajibannya, lanjut untuk siap-siap berangkat kerja. "Ka, kita disuruh Pak Heru untuk meliput acara pembukaan cabang bisnis baru Armadilo Grup." Kasa tidak tahu kenapa dia harus datangng meliput acara itu. Apa mungkin Jordan menyiapkan rencana? Sebab perusahaan armadilobgrul adalah milik keluarganya jkrdan. Mau bagaimana lagj, kasa tjdak akan punya hak untuk menolak. Memang bisa saja meminta untuk rolling dengan yang lain. Namun, itu malah akan membuat bos marah padanya. Kabar baiknya adalah dia bisa pergi dengan Anggun. Setidaknya, meteka berteman akrab. "Ya sudah, nanti aku jemput kamu." "Serius?" Jika kasa bisa melihat, Anggun saat ini sedang melompat kegirangan

