Anggun terjebak. Sepertinya, Jordan lebih licik dari yang dikira. Padahal, dia sudah sangat berhati-hati, malah berakhir di sini. Kepalanya terasa pusing, tubuhnya sangat berat untuk dipaksa bangun. Samar-samar ia mendengar suara orang tertawa di dekatnya. Pikiran Anggun masih kacau. Kemudian dia sadar kalau tadi sedang bersama dengan Jordan. Membuka mata, Anggun mendekati laki-laki tersebut berdiri di depannya. Di mana ini? Anggun bertanya sendiri. Ketika membuka mata dia lihat sudah berada dalam sebuah kamar dan di sana ada Jordan. "Dasar berengsek!" Anggun hampir ingin menerkamnya. Sayang, dia tidak memiliki tenaga karena kepalanya terlalu pusing. Jordan tertawa semakin keras. "Kamu pikir bisa membodohiku?" Dia mengambil tas Anggun, membuka resleting lalu membalikkannya sehingga

