CHAPTER 30. PELAKU (1)

307 Kata
“Apa? Aku tidak tahu.” Kata Helcia kaget. Dia sungguh tidak tahu bila semua keluarga bangsawan yang ada di Kerajaan Socrates mampu menggunakan sihir. Lagipula, kekuatan mereka juga tidak tertulis di dalam buku. “Wajar saja bila kamu tidak tahu. Kamu tidak boleh keluar atau mencari informasi. Keluarga bangsawan biasanya memang memiliki rahasia seputar kekuatan mereka. Tapi, kekuatan sihir yang paling terkenal adalah empat bangsawan utama yang memegang empat wilayah di Socrates.” “Keluarga Krysanthe yang mampu melihat warna emosi manusia. Keluarga Obelix dengan kekuatan tempur mereka yang tak tertandingi. Keluarga Giannes bisa mengeraskan tubuh mereka. Sedangkan Keluarga Karstan adalah keluarga dengan sihir paling tidak berguna, mereka bisa berbicara dengan hewan.” Tanpa sengaja Helcia mengeluarkan tawa saat mendengar sihir dari Keluarga Karstan. “Itu memang agak memalukan.” Illiana membuat wajah serius. “Menurutmu siapa yang bisa membuat sihir peledak?” Di antara ke empat keluarga bangsawan tersebut. Hanya satu keluarga yang nampaknya menjadi tersangka nomor satu dalam pembuatan sihir penghancur seperti ini. Obelix. Walaupun Helcia tahu bahwa kekuatan Keluarga Obelix bukan berasal sihir ataupun jimat buatan. Namun, orang lain pasti akan langsung menempatkan kecurigaan mereka kepada Obelix. “Aku tidak tahu.” Helaan nafas keluar dari bibir Illiana. “Kamu pasti tahu.” “Sayangnya kali ini aku benar – benar tahu. Illiana, jika kamu mencurigai Obelix, maka lupakanlah.” “Mengapa? Bukankah hanya mereka yang punya kekuatan sihir besar yang mampu menghancurkan sesuatu dengan mudah. Kali ini, apakah kamu benar – benar tidak tahu atau hanya berpura – pura?” “Kecurigaanmu terhadapku sangat tidak mendasar, Illiana. Sebagai Calon Putri Mahkota, apakah kamu pikir aku akan berkolusi dengan keluarga yang selalu menentang kerajaan?” Helcia berkata, “Lagipula, aku punya tersangka lain.” “Siapa?” “Mari kita keluar dahulu dari ruangan ini. Bau busuknya mungkin bisa menempel di permukaan bajuku bila kita terlalu lama berdiri di sini.” Kata Helcia yang sedari tadi sudah tak kuasa menahan bau busuk yang terus menggerayangi hidungnya. ••••• To Be Continued 10 Februari 2021
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN