*** "Daddy!" Zul berteriak ketika panggilan video antara Harold dan anak itu terhubung. Sudah cukup lama mereka tidak bertegur sapa. Ketika mereka berbicara lagi, Zul terlihat penuh semangat. Begitu pun dengan Zander. Harold sangat terharu akhirnya bisa menelepon anak-anaknya. "Ya. Ini, Daddy." Harold tersenyum. Pria itu melihat dua anaknya yang mendadak menampakkan wajah sedu. Harold memang terharu saat ini, mungkin mereka ikut tersulut oleh kesedihan sang ayah. Rasanya ada yang berbeda belakangan ini. "Jangan sedih. Daddy menghubungi kalian bukan untuk melihat kesedihan." Harold menyunggingkan senyuman. Orang yang ada di seberang telepon hanya ada Zul dan Zander. Khadija tidak mau mengganggu kedekatan ayah dan anak itu meskipun hanya melalui panggilan video. "Kami tidak me

