*** Seperti hari-hari sebelumnya, Harold tidak memasak. Jam sudah menunjukkan pukul 13:00 siang. Rencananya Harold akan berangkat ke warung terdekat untuk makan siangnya. Beruntung Harold sering nongkrong bersama bapak-bapak di desa itu. Sehingga Harold mengetahui banyak informasi terkait desa itu. Termasuk letak warung yang menyediakan makanan murah meriah. Harold tidak membatasi dirinya lagi dalam hal makan. Dia memakan apa saja yang bisa ia makan. Setelah itu, ia melakukan banyak olahraga mandiri. Hal itu agar tubuhnya tetap sehat dan bugar. Harold sudah mengambil uang di dompetnya ketika ketukan di pintu rumah sewanya terdengar. Cepat-cepat Harold mengambil uang yang mau ia bawa ke warung. Setelah itu, ia melangkah keluar rumah. Melihat siapa gerangan yang mengetuk pintu ruma

