*** Harold berusaha untuk tidak memedulikan persoalan perceraiannya. Dia pikir bahwa dengan tidak hadir di persidangan, perceraian dirinya dan Khadija akan tertunda. Akan tetapi dugaannya salah sebab siang harinya Harold mendapat telepon dari Khadija. Sebetulnya Harold ingin menghindari berbicara dengan Khadija karena ingin fokus menata hatinya yang belum siap menghadapi kenyataan tentang Khadija yang sudah berpaling ke hati lain. Dia jatuh hati dengan Azzam. Namun, Harold harus siap menghadapi kenyataan. Terkadang, kenyataan tidak sebagus apa yang kita bayangkan. Oleh karena itu, ia menguatkan hatinya. Sebelum mengangkat panggilan teleponnya, Harold menghela napas panjang. "Assalamu alaikum," sapa Harold memulai pembicaraan. Jantungnya tidak lagi berdebar, mungkinkah karena ia su

