Bab 20: Dompet

1073 Kata

*** Harold merasa suasana hatinya tidak bagus setelah bertemu gadis bernama Malika. Sejak tadi ia menampakkan eskpresi masam. Raffi yang duduk di sampingnya bahkan masih tidak berani untuk sekadar berbicara dengan pria itu. Harold melirik ke arah luar jendela pesawat. Dia sibuk melihat pemandangan luar pesawat ketika mendadak Raffi memotretnya. Bunyi kamera itu didengarkan oleh Harold. Seketika Harold langsung menoleh ke arah manajernya itu. Memberikan tatapan penuh tanya. "Sedang apa?" tanyanya. Pria itu bertanya tanpa menurunkan kacamata hitamnya. Salah satu aksesoris yang sering ia gunakan ketika sedang bepergian keluar. "Mengambil gambar untuk postingan media sosial. Penggemar pasti akan sangat senang," kata Raffi. "Baiklah." Harold mengangguk. Tidak ada pilihan lain bagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN