Ancaman

1785 Kata

"Derya, sudah dulu ya. Aydin menghampiriku." Aisha memutus panggilannya dan manaruh kembali ponselnya ke dalam tas. Ia memandangi seorang pria jangkung dengan jas kantor yang menyembunyikan tubuh kekarnya itu, tengah berjalan ke arahnya. "Apa yang akan Aydin lakukan?" Aisha memilih memutar badan, seolah tak sudi menyaksikannya lama-lama apalagi menemuinya. "Aisha, tunggu!" Langkah santai pria itu kini mulai dipercepat, takut jika wanita yang tengah membawa sebuah kantong berisi barang itu menghilang. "Aisha, jangan lari dulu!" Aydin menarik tangannya spontan, membuat tubuh langsing itu jatuh di pelukannya. Aisha memberontak, tetapi tatap saja kalah degan tangan kekar yang sudah mendekapnya. Pemandangan romantis itu memancing seorang wanita dengan baju hitam menghentikan langkahnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN