Dendam Membara

2015 Kata

"Rasanya seru sekali tadi, Aisha. Kau lihat wajah Sonya dan temannya itu, mereka terkejut bukan main. Hahaha." Gelak tawa Derya terdengar pecah, selepas memberi pelajaran pada si wanita sombong. "Sebenarnya aku kasihan dengan Sonya. Kalau aku lihat dia wanita yang terlalu terobsesi akan sebuah kesempurnaan, sampai dia rela menderita bertahun-tahun demi mempertahankan orang yang sama sekali tidak mencintainya." Aisha mengutarakan pendapatnya, tetapi itu sama sekali tak membuat Derya tersentuh. "Kenapa kau harus kasihan padanya? Justru kau yang patut dikasihani, Teman. Kau hidup menderita bertahun-tahun. Aku salut denganmu. Kau bisa mengatasi semua masalahmu dengan tetap tegar di tengah badai yang menghadang." Saat ini dua sahabat itu tengah menggerakkan kaki menyusuri pinggiran jalan. De

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN