“Hari ini kamu nggak ke kampus, kan?” tanya Fikri. Alin masih setia menutup dirinya dengan selimut. Menghindari tatapan mata sang suami yang sedang duduk di ujung tempat tidur. Seolah lagi dan lagi menerima penolakan, Fikri pun mulai geram dengan tingkah istrinya. Padahal dia pikir tidak ada kesalahan. Dia sudah membelikan bubur untuk sarapan, bahkan Fikri sudah membawa pakaian kotor ke tempat laundry. Lalu, di mana letak kesalahannya? “Alin ayo dong jangan diemin aku terus!” pinta Fikri sambil menggoyang-goyangkan kaki istrinya dengan pelan. Tentu saja tidak ada jawaban bahkan gerakan. Akhirnya Fikri mulai memberanikan diri untuk menyibak perlahan-lahan tubuh sang istri. Barulah sekarang Fikri sadar kalau Alin masih tertidur. Helaan napas lega langsung keluar dari mulut pria itu

