Bersama

1701 Kata

Hari sudah semakin gelap, keberadaan Alin belum juga diketahui oleh Fikri dan ketiga temannya yang lain. Namun, mereka sudah mengusahakan yang terbaik. Sudah meminta informasi dari semua warga kampus, sampai meminta untuk melihat kamera sudut di ruang rektorat. Hasilnya tetap saja, tidak melihat Alin juga. Fikri sudah semakin frustrasi karena pria itu takut kalau ini adalah salah satu cara kotor yang dilakukan Karin. Dia sangat tahu liciknya Karin. Oleh karena itu, Fikri sangat khawatir pada istrinya. “Harusnya kalau Bu Alin lewat pintu depan, berarti lewat gerbang ....” Putra tampak berpikir. Giginya menggigit kuku di jari tangannya. Kemudian dia kembali menoleh ke Fikri, “Iya, sih. Kita nggak tau mereka pake mobil yang mana.” Fikri menghela napas dengan panjang. “Kalau mereka jalan k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN