“Gimana kabar Kakak hari ini?” Suara kecil Resti membuat Alin bergetar mendengarnya. Matanya yang tadi terbuka menatap pantulan dirinya yang kusut, sekarang terpejam untuk menghilangkan kepedihannya. “Is everything okay?” tanya Resti lagi. “Saya baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jawab Resti. “Bagaimana keadaan kamu di kontrakan?” tanya Alin. Lagi dan lagi Alin menyembunyikan perasaannya. Bersikap seolah tidak ada hal yang terjadi dua hari belakangan, tetapi sesungguhnya itu adalah kebohongan. “Hari ini Resti mau ketemu sama Kakak. Kita bisa ketemu, kan?” tanya Resti. Kening Alin berkerut mendengarnya. Dengan keadaan wajah yang sembab dan mata yang terlalu terlihat seperti orang yang sedang menangis, sepertinya itu tidak akan mungkin bisa. “Hari ini Kakak ad

