Mungkin di dunia ini, tidak ada seorang pun yang senang jika diberi banyak masalah dalam seharian. Alin pn juga sama, dia tidak senang bahkan Alin sangat membencinya. Sebelum menikah, kehidupannya berjalan aman damai saja. Namun semua itu berbeda ketika dia menikah. Sudah seharian ini Alin terdiam di kamarnya. Dia mengurung diri dan tidak mau keluar. Tidak peduli bagaimana keadaan dirinya yang sedang sakit. Sampai akhirnya Resti, rekan dosennya datang untuk memberikan makan padanya. Di hadapannya sudah ada Putra dan Fajar. Alin sengaja memanggil kedua sahabat Fikri ke rumahnya. Ada hal yang ingin dia bicarakan kepada dua orang itu. “Apa kalian tahu kalau saat ini Fikri sedang dekat dengan perempuan lain?” tanya Alin begitu terus terang. Putra dan Fajar pun hanya saling lirik dan me

