Semua hal yang dilakukan oleh seseorang tidak mungkin atas dasar main-main. Pasti ada alasan di balik perlakuannya. Termasuk yang dilakukan oleh Fikri. Jika dipikir ulang, mengapa Fikri mau menandatangani perjanjian yang isinya perceraian mereka juga? Sudah pasti Fikri memiliki alasan di balik itu semua. Semalaman sudah hidup Fikri tidak sekhawatir kemarin. Senyum lebar terpapar sempurna di wajahnya, sementara di sampingnya—Alin—terus mengikuti saja ke mana Fikri pergi. Sejak tiba di kampus, Fikri tetap memerintahkan istrinya berdiri di dekatnya. Namun, kebahagiaan Fikri seolah tidak diizinkan. Tamu yang tidak pernah dia undang kali ini datang kembali. Wendi, dengan segala keberaniannya dia berhadapan langsung dengan Alin. “Apa kamu tidak ada pekerjaan? Sekarang masih jam tujuh pagi,

