51. Ambil Data

1461 Kata
Tunik batik yang panjangnya tujuh centi di atas lutut melekat sempurna di tubuh ramping Ayana. Tidak terlalu kekecilan, tidak juga kedodoran. Dipadu dengan rok hitem model A, Ayana tampak seperti seorang guru muda. Kerudung warna krem menambah pancaran aura kebahagiaan Ayana. Namun, sebenarnya degup jantung perempuan itu sedang berdetak menggila. Sejak semalam ia sudah gugup menanti hari ini. Ayana melihat pewaktu pada lock screen handphone-nya. Sudah pukul 05.52. Ayana sekali lagi mengecek segala keperluannya. Mulai dari LKPD, lembar penilaian, lembar pre-test dan post-test. Tidak lupa dan tidak boleh sampai ketinggalan adalah spesimen lumut yang telah ia cari di Cuban Cangguh. “Alhamdulillah semuanya lengkap. Semoga hari ini berjalan lancar. Aamiin,” ucap Ayana menyemangati dirinya sendiri. Sekaligus untuk menghilangkan kegugupan yang semakin mengendap dan menumpuk tinggi. Ayana mengecek penampilannya sekali lagi. Gegas dikenakannya kaos kaki warna krem di kakinya. Disambarnya jas almamater berwarna navy yang ia gantung di gantungan belakang pintu kamar. Gerak Ayana yang hendak keluar kamar terhenti kala suara dering handphone-nya masuk ke pendengarannya. “Haduh.. kok aku bisa lupa mengubah HP ke mode silent,” gumamnya. Diambilnya handphone yang ia simpan di tote bag warna hitam yang telah tersampir di bahunya. Senyumnya terbit saat nama Ibu dengan diikuti emotikon love berada di layar handphone. “Assalamu’alaikum, Ibu,” salam Ayana dengan begitu ceria. “Wa’alaikumsalam, Sayang. Gimana persiapannya? Sudah mau berangkat?” tanya Ibu lembut. Nadanya khas seorang ibu yang begitu menyayangi dan mengkhawatirkan anaknya. Di rumah, Ibu juga ikut berdebar. Ikut gugup karena Ayana akan mengambil data di sekolah. Meskipun Ayana telah bercerita bahwa guru pamong, yaitu guru yang membimbing Ayana dalam pengambilan data orangnya ramah dan menyenangkan. Tidak pula banyak mau dan aturan, sebagai seorang ibu dirinya tetap khawatir. Terutama khawatir pada para siswa yang mungkin sedikit susah diatur. “In shaa Allah sudah beres semua, Bu. Ini mau berangkat. Kan sekolahnya masuk setengah tujuh. Ayana nggak mau datang terlambat. Kalau terlambat nanti diminta nunggu di luar pagar. Lagian Ayana kan mau ambil data, ibaratnya Ayana tamu yang ingin berkunjung. Nggak etis nggak sih Bu kalau Ayana datang terlambat dan harus menunggu di luar pagar sebelum upacara selesai?” jelas Ayana panjang lebar. Melihat pewaktu di handphone yang terus bertambah, gadis itu pun gegas melangkah keluar kama dengan menenteng satu totebag berisi kertas print di tangan kanan dan satu totebag berisi aneka jajanan di tangan kiri. Sedang handphone yang menyambungkan panggilannya dengan Ibu, diapitnya menggunakan pundak. Ayana dan teman-temannya, biasa sering memberikan hadiah pada siswa yang telah membantu dalam proses pengambilan data. Hadiah sederhana itu adalah wujud dari ucapan terima kasih. Meskipun hanya jajan atau snack yang harganya tidak begitu mahal, tetapi diharapkan mampu membuat siswa senang. “Ya sudah. Hati-hati di jalan, ya, Nduk. Semoga kegiatan ambil datanya berjalan lancar,” balas Ibu dengan doa tulus yang menyertai. “Aamiin,” balas Ayana. Lalu gadis itu bergegas turun untuk menghampiri para sahabatnya yang juga sudah siap dengan jas almamater yang menutupi pakaian batik mereka. *** Ayana bersama Netizean Budiman baru saja memasuki ruang kelas dengan diantar oleh guru pamong. Mereka berdiri berjajar di dekat pintu. Guru pamong menjelaskan maksud kedatangan Ayana juga para sahabatnya. Guru pamong pun pamit meninggalkan kelas setelah urusannya selesai. Memberikan ijin pada Ayana sepenuhnya untuk menghidupkan suasana kelas sesuai dengan tujuannya. Ayana menyapa para siswa dengan semangat juga senyuman yang tidak terlepas dari wajahnya. Tidak lupa ia menyampaikan tujuan kedatangannya juga hal yang akan ia lalukan. Intinya, Ayana meminta bantuan pada para siswa untuk melakukan kegiatan sesuai dengan yang ia tulis dalam LKPD. Ayana dibantu dengan Netizean Budiman membagikan lembar yang berisi pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaannya tentu saja tentang pengetahuan siswa mengenai lumut. Kegiatan ini biasanya disebut dengan pre-test. “Adek-adek sudah mendapatkan LKPD tiap kelompok, kan?” tanya Ayana setelah meminta peserta didik membentuk kelompok dengan tiap kelompok berjumlah enam orang. Kelompok tersebut terdiri atas laki-laki dan perempuan. Kelompok harus tersusun heterogen agar hasil yang diperoleh lebih valid. Subjek yang homogen biasanya cenderung akan menghasilkan data yang sangat baik dan sangat buruk atau dalam artian bila satu kelompok subjeknya perempuan semua bisa saja hasilnya sangat baik begitu pula sebaliknya. Dan jika satu subjek laki-laki semua bisa saja hasilnya sangat baik dan ada pula yang sebaliknya. “Sudah,” jawab para siswa serempak. Ayana pun memulai menggiring siswa untuk memahami kegiatan atau langkah-langkah yang harus siswa lakukan. Setelahnya perempuan itu mulai meminta siswa membaca informasi yang ia cantumkan dalam LKPD. Langkah kerja yang Ayana pilih dan gunakan dalam produk skripsinya adalah inkuiri. Suatu metode pembelajaran berbasis masalah. “Sekarang.. Adek-adek bisa lihat berbagai gambar yang ada pada halaman tujuh, ya. Kemudian silakan menjawab pertanyaan yang telah saya tuliskan pada LKPD tersebut. Bisa dipahami?” tanya Ayana dengan suara lantang yang tegas. Para siswa serempak menjawab dan mengangguk. Dengan dibantu Netizean Budiman, Ayana mengecek tiap kerja kelompok. Ingin memastikan bahwa apa yang para siswa lakukan sudah benar dan sesuai harapan. Jika diibaratkan Ayana dan Netizen Budiman, mereka adalah seorang guru yang berperan sebagai fasilitator dan motivator, sesuai dengan tuntutan dalam pendidikan saat ini. Di mana pembelajaran lebih baik bila dilakukan secara student center, siswa yang aktif dalam pembelajaran dan guru bertugas mengarahkan. Bukan berarti guru lepas tangan 100% tetapi juga tetap harus mampu membawa pembelajaran dalam kelas menjadi sesuai dengan perkembangan zaman. Era industri 4.0 menuntut berbagai keterampilan yang harus dimiliki tiap infividu. Canggihnya teknologi harus mampu mengembangkan kemampuan individu. Manusia harus memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh robot atau pun komputer. Beberapa keterampilan itu adalah kemampuan memecahkan masalah, mencari solusi, dan menciptakan ide yang baru. Maka, untuk membangun kemampuan-kemampuan itu bisa dimulai melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Mengasah kemampuan siswa agar dapat terampil dalam beberapa kemampuan tersebut. Para siswa telah mengerjakan soal hingga saat ini tengah menyusun rumusan masalah. Sesuai dengan langkah inkuiri, siswa diminta membuat hipotesis berdasar rumusan masalah yang dibuat. Hipotes atau yang biasa dikenal dengan dugaan sementara atau jawaban sementara adalah jawaban atas kemungkinan rumusan masalah yang ditulis. Ayana dan Netizean Budiman baru saja membagikan spesimen lumut pada tiap kelompok. Kini para siswa sedang sibuk mengisi tabel. Mereka mengamati spesimen tersebut terlebih dahulu sebelum memasukkan data yang diperoleh ke tabel. Mulai dari mengukur hingga mengamati tiap bagian spesimen. Beruntungnya para siswa cepat tanggap sehingga tidak perlu waktu lama untuk mengumpulkan data. Akhirnya tiba saatnya para siswa menuliskan kesimpulan. Kesimpulan yang ditulis singkat dan jelas, sesuai dengan hipotesis yang diterima. Di mana hipotesis terdapat dua, yaitu hipotesis awal biasanya ditulis Ho dan hipotesis akhir biasa ditulis Ha. Terkadang ada pula yang hanya menuliskan satu hipotesis sehingga dalam kesimpulan tertulis hipotesis diterima atau ditolak. Ayana menghela napas lega setelah proses ambil data selesai ia lakukan. Post-test pun telah selesai dilaksanakan. Ayana dibantu Netizean Budiman telah membagikan snack pada para siswa. Kini Ayana bersama yang lain melangkah menuju ruang guru. Hendak mengucapkan terima kasih karena diberikan waktu dan kepercayaan diperbolehkan mengambil data di kelas tersebut. “Kita makan ke foodcourt yuk setelah ini,” ajak Ayana saat mereka melangkah menuju motor. “Aku yang traktir,” imbuhnya. “Alhamdulillah.” “Terima kasih, Ay.” “Alhamdulillah rejeki anak kos dan anak rantau.” Begitulah kira-kira respons Netizean Budiman. Hal itu membuat senyum Ayana terbit. Setelah ini pasti mereka akan saling merindukan masa-masa ini. *** “Nanti datanya diolah berdasar hasil argumentasinya, Mbak. Jadi sejauh mana kemampuan siswa tersebut menuliskan argumentasi,” kata Rahma setelah menelan sotonya. “Oke oke. Jadi aku lihat dari jawaban para siswa, terutama pada sampel siswa yang kuambil, ya?” “Bener, Mbak. Kan peyan sudah menuliskan indikator argumentasi di bab tiga kan?” “Sudah, Dek.” “Terus nanti dilihat dari hasil nilainya, Mbak. Nilai pre-test dan post-test. Pre-test dan post-test ini untuk mengetahui seberapa meningkatnya kemampuan siswa. Atau bisa saja malah nggak meningkat,” lanjut Rahma. Rahma sudah selesai dengan skripsinya, gadis itu pun sudah melakukan sidang skripsi. Tak heran jika ia mampu menjelaskan pada Ayana juga pada teman-temannya. “Oke, Dek. Nanti kucoba ngolah datanya dulu. Kalau di tengah jalan ada yang nggak kumengerti aku tanya, ya.” “Tentu saja, Mbak. Monggo tanya-tanya. Free,” jawab Rahma dengan cengiran lebar. Mereka pun mulai melahap makanannya masing-masing. Tak lupa Ayana mengucapkan terima kasih pada Netizean Budiman karena telah mengorbankan banyak waktunya untuk membantu Ayana. *** Adji Pratama Saputra: Semangat ambil datanya, ya, Dek. Semoga semuanya dilancarkan. Semangat, Sayang Mata Ayana dibuat melebar kala membaca pesan yang dikirim Tama. Belum pernah laki-laki itu memanggilnya sayang. Ayana yang baru saja tiba di kos dibuat lemas. Untungnya ia sedang duduk di atas pembaringan. Sehingga tubuh lenturnya dapat jatuh di tempat yang empuk. Ayana dibuat bergeming seraya membaca pesan itu. Juga menimbulkan semburat merah di pipi. Jantung yang berdebar ikut meramaikan perasaan Ayana. Tidak ketinggalan perut yang seperti dipenuhi dengan kupu-kupu berterbangan. “Sayang?” gumam Ayana dengan senyum malu-malu. Ia lalu jingkrak-jingkrak setelah tenaganya terkumpul kembali.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN