27. Kebahagiaan Berujung Kesedihan

1468 Kata

Yesi tak mengerti apa yang Nurma maksud. Dengan cepat ia berlari ke rumah Azzam. Setibanya di sana, ia sudah terlambat. Kakek sudah tak bernyawa. Azzam, Laila, Rahman dan Nenek menangis histeris. Aisyah sedikit menjauh dari mereka. Tubuh Yesi melemas seketika. Dengan langkah gontainya, ia menghampiri semua orang. "Hiks.... Hiks....Kakek....." tangis Azzam. Azzam berjalan menghanpiri Aisyah. Tampak jelas, tubuh Aisyah sudah gemetaran. Azzam tak pernah mengira bahwa calon istrinya sendiri tega meracuni kakeknya. Terlihat dari busa yang keluar dari mulut sang kakek, mereka menyimpulkan bahwa kakek telah diracuni. "Aku tidak menyangka kamu tega meracuni kakek! Apa salah kakek Ais?!" bentak Azzam. Aisyah menarik nafas panjang. Ia menyeka air matanya yang  mengalir deras "Mas, dengarkan penj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN