"Assalamu'alaikum." ucap Azzam memasuki ruang rawat Rere. Bima segera mengambil duduk di sebelah Afif. Rere beranjak dari duduknya menghampiri Azzam yang terlihat bingung. Azzam melihat sebuah surat berada di tangan Afif. Perasaannya semakin tidak enak. Ia menelan salivanya dengan susah. Mencoba berpikir positif. "Waalaikumussalam." "Soal tadi, gue minta maaf. Gue nggak bermaksud apa-apa. Gue cuma ingin membongkar kejahatan mereka." lirih Rere. "Maksud kamu?" Azzam mengernyitkan keningnya. Ia tak mengerti sama sekali. "Lo nggak sadar?" ucap Rere menunjukkan senyum smirk-nya. Azzam menggeleng. "Selama ini, Dina itu cinta sama lo! Dan dia ngelakuin segala hal untuk dapetin lo!" ucap Rere memejamkan matanya. "Cinta? Sejak kapan? Saya tidak tahu." ujar Azzam tak percaya. "Dasar cowok

