25. Siasat

1483 Kata

Drrttt.... Drrrttt... Sebuah ponsel berbunyi, yang berasal dari saku jaket Bima. Ia segera mengambilnya dan membaca sebuah pesan yang dikirimkan seseorang. "Re, kata Azzam, Ustadzah Nurma mau ke sini. Mau jenguk, lo!" ucap Bima kembali memasukkan ponselnya ke saku jaketnya. Rere menoleh ke arah Bima. Ia tersenyum penuh arti padanya. "Bang. Lo mau bantu gue kan?" Rere menggigit bibir bawahnya, menunggu jawaban darinya. "Bantu apaan?" tanya Bima mengangkat sebelah alisnya. "Lo beliin gue obat tetes mata ya?!" pintanya memasang wajah memelas "Buat apa? Perasaan mata lo nggak kenapa-kenapa!" ucap Bima bingung. "Udah, jangan banyak tanya! Cepet beli, sekarang!" suruhnya berkacak pinggang. "Iya-iya." ucap Bima melangkahkan kakinya ke arah pintu. Beberapa menit kemudian.... Cekklekkk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN