32. Rindu Yang Terobati

1967 Kata

1 minggu kemudian..... Keluarga Azzam dan Rere sudah berkumpul di kediaman rumah Rahman. Canda tawa menggema dimana-mana. Seorang pria datang dan diikuti seorang wanita di belakangnya. Menghentikan segala perbincangan yang ada. "Aryo. Kami sekeluarga hanya ingin memenuhi keinginan almarhumah Nenek Azzam untuk menikahkan putra kami dengan anak gadismu." ucapnya membuka pembicaraan. "Semua keputusan ada di tangan putri saya, Man. Saya tidak berhak memutuskan apapun. Karena nantinya putri saya yang menjalani kehidupannya bersama Azzam, bukan saya." jawab Aryo melirik ke arah putrinya yang menunduk. "Jadi bagaimana Re? Apa kamu mau menikah dengan saya? Ustadz kamu?" ujar Azzam menatap Rere yang menunduk. Semua mata tertuju pada seorang gadis yang memakai gamis dan jilbab hitam. Perlahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN