"Nek, itu kok bajunya mirip kayak bidadari yang Azzam liat ya?!" godanya mengarah pada Rere yang masih bersembunyi. "Masa sih?" "Bisa nggak sih Zam, jangan bikin aku baper?!" batinnya merasa greget. "Azzam pamit ke kajian dulu deh Nek. Azzam takut terkesima lagi liat bidadari cantik, hihihi." ucapnya mencium tangan Laila. Lia menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak biasanya, Azzam menggoda seorang wanita. Jika bukan wanita yang ia cintai. Sejak kehadiran Rere, Azzam berubah menjadi lebih ceria. Tidak se-dingin dulu, saat insident tentang Aisyah. "Hati-hati di jalan, nak." "Iya Nek. Assalamu'alaikum." "Waalaikumussalam." "Semoga, kamu terus seperti ini Zam. Nenek ingin kamu segera menikah dengan Rere. Kalian pasangan yang sangat serasi." batinnya. Pipi Rere masih bersemu merah. Rer

