20. Hujan

1516 Kata

Malam ini Rere berada di balkon apartemen Desi. Semua temannya sudah terlelap tidur karena kelelahan berkendara menuju Probolinggo. Rere mengambil ponselnya, ia gunakan itu untuk bercermin. Tamparan Laila masih berbekas. Itu membuat hatinya semakin pilu. Cuaca malam ini mendung. Gumpalan awan hitam sudah merata menutupi langit yang semula cerah. Bagai alam ikut merasakan kesedihan Rere malam ini. Rintik-rintik hujan mulai turun. Semilir angin membuatnya merasa dingin. Tangan Rere terulur mengambil sebotol minuman dihadapannya. Ia sangat menikmati setiap tegukan air yang masuk dalam mulutnya. "Udah lama gue nggak ketemu lo! Sobat gue yang selalu ada buat gue." batin Rere. Tangannya memutar-mutar botol yang dipegangnya. Cairan itu membuat tubuh Rere merasa hangat. Yang ia minum adalah a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN