19. Sebuah Fitnah

1315 Kata

Hati Rere rasanya hancur berkeping-keping. Ia tak menyangka jika Azzam berpikir dia-lah yang meracuninya. "Hahh! Gue nggak ngeracunin lo!" elak Rere jujur. "Ummi nggak nyangka Rere se-tega itu sama Azzam." ucap Laila mengeleng dan mulai menitikkan air mata. Perasaan Rere sangat terluka. Ia tak tega melihat air mata Laila mengalir deras. Ia tak mau kehilangan orang yang dianggapnya sebagai Ibu. Rere memegang erat lengan Laila. "Ummi.... Rere nggak ngeracunin Azzam. Rere berani sumpah Ummi..." isak Rere. Laila tak mengubris perkataan Rere. Ia malah memalingkan wajahnya. Rere menjatuhkan tubuhnya di lantai, ia terduduk sambil menundukkan kepalanya menahan tangis. Ia berharap Laila akan memintanya berdiri dan memercayai dirinya. Tapi kenyataannya tidak sama sekali Hati Rere semakin pilu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN