29. Kesadaran

1423 Kata

Setelah meninggalkan gedung, semua orang berada di kamarnya masing-masing. Hanya tersisa Afif dan Aryo yang tengah menonton televisi, di ruang keluarga. Saat ini, Afif tengah gelisah. Ia merasa bersalah, karena sudah berbohong pada Aryo. Ia takut, jika berbicara jujur, Aryo menjadi jantungan. Tapi bagaimana pun, kebohongan tak akan mampu disembunyikan. "Pa." panggil Afif. Aryo menoleh pada Afif " Iya, Bang?" "Sebenernya, Rere itu bukan lagi jalan-jalan Pa, Rere kabur." ucapnya menundukkan kepala. "APA!! Abang nggak bohong kan?" "Maafin Abang Pa... Abang juga nggak tau masalah jelasnya apa." ucapnya menyesal. Aryo menghembuskan napasnya gusar. "Sekarang kita berdo'a, semoga Rere baik-baik aja dan tidak melakukan hal-hal buruk." ujar Aryo berusaha berpikir positif. Perjalanan menuju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN