MENGIKUTINYA

587 Kata
Ketika Eric dan Edward sibuk berdebat, Christy sudah bersiap rapi akan pergi ke Rumah sakit. Christy berlalu begitu saja melewati mereka berdua. Eric mengejar christy dan menarik lengan Christy. "Christy tunggu aku sebentar, kita pergi melihat Mama bersama-sama yah". Ucap Eric. Christy terdiam memandnag Eric lalu melepaskan tangan Eric dengan kasar. "Tidak perlu aku bisa pergi sendiri". Ucap Christy berlalu pergi. Giliran Edward Gu yang mengejar Christy. "Tunggu aku". Ucap Edward seraya menarik tangan christy agar berjalan sejajar dengannya. Christy bersedekap di depan Edward. "Direktur Gu, apa lagi yang kau inginkan dariku". Ucap Christy dengan ketus. "Hei, kau ini masih sekretarisku bukan?" tanya Edward menyindir. "Eheem, aku kesini karena sedang mengurus pekerjaan di Pabrik Textile Gu. Dan aku membutuhkan bantuanmu". Ucap Edward. "Nona Xu kau belum mendapatkan persetujuan ku untuk mengambil cuti. Jadi bisa di bilang saat ini jika kau tidak ikut denganku maka itu sama saja membolos bukan ?" ucap Edward Gu. Christy merasa harinya benar-benar sangat buruk harus berurusan dengan Eric Xie sekaligus Direktur Gu. "Ya Dewa, sepulang dari sini aku berjanji akan menyembahmu baik-baik". Christy membatin. Christy merasa kurang melakukan kebajikan karena itulah dirinya sampai bisa bertemu pria seperti Eric Xie, dan Edward Gu yang selalu menjahilinya. "Baik Direktur Gu aku akan mengikutimu, namun sebelumnya aku ingin pergi ke Rumah sakit menjenguk Mama ku". Ucap Christy. Meski merasa tak enak mendengar panggilan kata Mama yang di tujukan untuk Nyonya Xie, namun Edward memahami jika posisi Nyonya Xie memang penting di hati Christy.  karena itu Edward mengikuti mau christy untuk melihat keadaan Nonya Xie sebentar di rumah sakit. Edward mengikuti langkah christy, dan berdiri di belakang Christy . Nyonya Xie melihat sosok Edward yang berdiri di belakamg Christy. "Apakah itu temanmu Christy ?" tanya Nyonya Xie seraya menilisik Edward Gu. "Aah, ini Direktur ku tempat bekerja". Jawab Christy. "Perusaahan kami memiliki Pabrik disini, jadi kami sekalian melihatnya Ma". Ucap Christy lagi. "Apakah dia bukan kekasihmu?" tanya Nyonya Xie dengan serius. "Aah, Mama. Tentu saja bukan. Dia hanya atasanku saja". Ucap Christy sambil tertawa kecil . Hati Edward terasa masam mendengar perkataan Christy. "Eheem". Edward Gu berdehem meredam kemasaman dihatinya. "Ah, sayang sekali. Aku akan merasa tenang jika dia adalah kekasihmu, jadi aku tak perlu khwatir lagi kau akan sendirian. Karena akan ada orang yang menjagamu". Ucap Nyonya Xie . "Hei Nyonya Xie ini beda sekali dengan si pria b******k Eric Xie itu". Ucap Edward dalam hati. Setelah di pikir-pikir dirinya sepertinya menyukai Nyonya Xie. "Eheem, Nyonya Xie. jika kau mengijinkan Christy menjalin hubungan dengan ku, maka dengan senang hati aku akan menjadi kekasihnya". Ucap Edward Gu penun dengan hati senang. "Sayangnya, putri Nyonya nampaknya sedang marah kepadaku sehingga mengabaikanku". Ucap Edward kepada Nyonya Xie. Nyonya Xie menatap kepada Christy. "Benarkah itu sayang ?" "Eh itu. eeem". Christy memandang Edward yang tertunduk terlihat mengekpresikan kesedihannya. "Christy". Panggil Nyonya Xie. "Ya Ma, eeh itu aku tidak marah kepadanya. Mana ada keberanian aku memarahi atasanku". Kilah Christy. "Chirsty Mama sudah semakin menua, Mama tidak bisa mengandalkan Eric untuk menjagamu. Melihat apa yang telah dia perbuat kepadamu. Melihatmu sendiri seperti ini. Bagaimana Mama bisa bertanggung jawab kelak kepada ibumu nanti". Ucap Nyonya Xie sambil menangis. Christy segera menarik tangan Nyonya Xie, "Ma jangan menangis, aku akan patuh pada Mama asalkan Mama berhenti menangis". Janji Christy. Nyonya Xie memanggil Edward. "Tuan kemarilah". Edward berjalan perlahan ke arah Nyonya Xie. "Apakah kau bisa berjanji kepadaku untuk selalu menjaganya". Pinta Nyonya Xie tulus kepada Edward Gu. sembari menaruh tangan Edward di Tangan Christy. Edward memandang christy yang terdiam, lalu Nyonya Xie memandang Christy dengan berurai air mata. Melihat air mata Nyonya Xie mengalir kembali akhirnya Christy menganggukan kepalanya. Melihat itu barulah, Edward menjawab permintaan Nyonya Xie. " Baik Nyonya saya berjanji akan menjaga Christy dengan baik".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN