MEMINTA MAAF

500 Kata
Selesai melakukan pekerjaan yang tidak di rencanakan itu, Edward Gu membawa Christy Xu untuk makan siang. "Kita makan dulu setelah itu barulah kita kembali ke Jiangmen City". Ucap Edward. Mendengarnya, Christy Xu merasa bahwa tujuan sebenarnya Edward Gu datang ke Kota Sin Chuan adalah hanya untuk menjemputnya. Namun karena tengah merasa kesal dengan Edward, Christy tak ada waktu merasakan senang di hati. "Direktur Gu, bisakah kau menjelaskan kepadaku mengapa kau membohongiku tentang kebenaran awal pertemuan kita ?" tanya Christy Xu. Gerakan sumpit Edward yang sedang mencapit makanan itu pun terhenti. "Eem itu, Eem". Edward merasa ksbingungan menjawabnya. "Bukankah harusnya kau mengucapkan terima kasih kepadaku karena telah menolongmu waktu itu, tapi mengapa kau terus saja menjahiliku Direktur Gu ?" tanya Christy. Edward, menaruh sumpitnya, "Maafkan aku, waktu itu aku sedikit merasa kesal karena kau tak mengenaliku, jadi terbesit ide mengerjaimu. Karena kau memberikan sebuah perasaan ditolak. Sepanjang hidupku wanita yang selalu mengejarku. Tapi kau malah mengabaikanku". Ucap Edward sendu. "Dan itu sedikit menganggu rasa harga diri kelelakianku". Ucap Edward. Christy hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kekanak-kanakan Direkturnya ini. "Oh ya ampun kau sungguh-sungguh kekanak-kanakan sekali Dirketur Gu". Ucap Christy. "Ya, aku tahu". Jawab Edward memandang Christy . "Jadi maukah kau memaafkanku, dan kita mulai perkenalan kita dengan awal yang baik ?" pinta Edward Gu. Christy berfikir sejenak. "Dirketur Gu, karena kau selalu menjahiliku, jadi aku anggap hutangku kepadamu hanyalah salah satu kejahilan yang kau lakukan kepadaku". Ucap Christy. "Aku akan menganggap aku tidak pernah berhutang kepadamu". Ucapnya lagi, "Baik, baik tidak ada hutang di antara kita. Aku tidak akan memperhitungkannya lagi". Ucap Edward Gu. "Eem dan Kejadian di Rumah sakit, eeem.. ". Sebelum Christy menyelesaikan kalimatnya, Edward segera menyela kalimat Christy. "Apa yang ku katakan di Rumah sakit itu bukan suatu kejahilan jadi itu tidak bisa kau cabut". Ucap Edward dengan tegas. "Jadi maksud Dirketur, kau dan aku. Kita adalah. eem .. itu.. ". Christy nampak kesulitan menyebutkan satu kata tersebut. "Ya, kita adalah sepasang kekasih yang sebenarnya". Ucap Edward Gu memperjelas situadi hubungan mereka "Eeh, tapi kau tidak pernah bertanya kepadaku apakah aku menyukaimu atau tidak?" Ucap Christy bersungut-sungut. "Untuk apa aku bertanya, aku yakin kau pasti nanti akan jatuh cinta kepadaku". Ucap Edward penuh percaya diri. "Owh Ya ampun, kau ini benar-benar percaya diri sekali." Ucap Chirsty tak percaya dengan ucapan Edward Gu. "Makanlah, setelah ini kita pulang". Ucap Edward sambil menyapitkan daging merah ke mangkuk nasi Christy. Sesampainya di Jiangmen City, Edward mengantar Christy kembali ke Apartemennya. "Hari ini beristirahatlah, aku memberikanmu cuti sampai esok". Ucap Edward Gu. Edward hanya mengantar Christy di depan Apartemennya saja. Karena harus segera kembali ke Gedung Textile Gu. Masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan. Chhristy membaringkan tubuhnya di sofa, memikirkan kajadian yang tak pernah disangkanya ini. "Mulai hari ini aku adalah wanita Direktur Gu". Christy segera mencuci wajahnya, melihat dirinya di kaca lalu menepuk-nepuk wajahnya yang memerah. "Apakah ini semunya nyata, akankah dia akan benar-benar menjadi pria pelindungku". Pikir Christy Xu dengan serius.  Sementara itu di Gedung Textile Gu, wajah Edward nampak sumringah bahagia. Edward baru pertama kali meminta seorang wanita untuk di sisinya. Dan Edward sangat menyukai sensasi rasa itu. Dan itu sukses membuatnya tersenyum cerah sepanjang hari.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN