Matahari pagi masuk ke kamar Christy Xu melalui celah-celah gorden kamarnya. Christy membuka matanya perlahan, sedikit melakukan peregangan tubuh. Lalu masuk ke kamar mandi. Mencuci muka dan menyikat giginya.
Christy tertegun melihat kimono mandi berpasangan yang tergantung di sana. "Hmmm, aku dan dia adalah sepasang. Aah sudahlah semakin dipikir semakin membuat pusing kepala". Ucap Christy sambil menggelengkan kepalanya, menaruh sikat giginya dan tertegun kembali melihat sikat gigi berpasangan.
"Issssh". Ucap christy sambil mengacak-ngacak rambutnya.
Christy mulai nampak sibuk di dapur membuat sarapan. Christy menguncir asal rambutnya menjadi sebuah konde cepol dengan sedikit anak rambut yang menjuntai-juntai ke bahunya. Ding, Ceklek. Suara pintu terdengar terbuka. Edward mencium wangi yang sangat harum dan melihat penampilan Christy seketika membuat hati Edward terasa ingin keluar dari tempatnya.
"Apa kau memasakan untukku juga?". Tanya Edward menganggetkan Christy.
Klontang-klontang spatula dan penggorengan kosong berjatuhan tersenggol oleh christy karena terkejut dengan kedatangan Edward.
"Direktur Gu, apa yang kau lakukan disini ?". Tanya Chirsty heran.
Edward memandang Christy dengan wajah masam, "Emm, maksud ku itu. Emm bukankah seharusnya kau pergi bekerja ?" tanya Christy.
"Aku mengambil cuti hari ini, masakan sarapan juga untuku. Aku lapar". Ucap Edward Gu kepada Christy Xu
"Eeh bukankah di tempatnya ada koki setara dengan koki hotel bintang lima. Mengapa dia selalu memintaku memasak untuknya". Pikir Christy aneh dam keheranan.
Christy hanya membuat omlet telur gulung dan segelas Orange Juice, namun Edward nampak sangat menikmati sarapan yang christy suguhkan itu.
"Cepat mandi, setelah ini kita akan pergi !". Perintah Edward Gu.
"Eem, bukankah hari ini kau memberikanku cuti ?" tanya Christy.
"Iya, karena itu juga aku telah mengambil cuti. Hari ini kita cuti bersama ". Jawab Edward enteng sambil tersenyum penuh kemenangan.
Christy tidak bisa menolak dan segera merapihkan dirinya, lalu segera bersiap pergi dengan Edward.
"Ayo". Ucap Christy.
"Kita akan pergi kemana ?" tanya Christy.
"kita akan pergi bertemu Mama". Ucap Edward.
"Mama ?, maksudmu Nyonya Gu ?" tanya Christy.
Edward menghentikan langkahnya, lalu menapuk wajah imut christy sehingga sejajar kepada wajahnya.
"Mama, ingat untuk memanggilnya Mama". Ucap Edward Gu kepada Christy Xu.
Edward sedikit tidak rela Nyonya Xie ibu dari pria b******k itu di panggil Mama oleh Christy, karena itu Edward mulai membiasakan Christy agar memanggil Nyonya Gu dengan sebutan Mama. Christy hanya bisa mengangguk seraya masih tak percaya dalam hati, jika saat ini dia sudah menjadi wanita dari Predir Gu.
"Jika Helen mengetahui hal ini dia pasti akan tersedak banyak biji salak". Ucap Christy dalam hati sambil tertawa kecil.
Nyonya Gu telah menunggu kedatangan mereka berdua, Ketika Edward memberi tahu bahwa mereka akan berkunjung. Nyonya Gu sangat senang sekali. Nyonya Gu akan meminta mereka untuk menginap malam ini.
Edward membawa Christy ke perpustakaan. "Ma kami disini". Sapa Edward.
Nyonya Gu yang sedang asyik menyulam segera meletakan sulamannya dan memeluk Christy.
"Anak baik, kenapa baru datang menjenguk Mama sekarang". Sapa dan tanya Nyonya Gu kepada Christy.
"Maafkan aku Ma, karena akhir-akhir ini sangat sibuk dan juga Nyonya Xie sedang sakit parah". Jawab Christy.
"Ma, sudahlah. Bukankah sekarang Christy sudah datang menjenguk". Ucap Edward menyela.
"Baiklah, namun Mama tetap akan menghukum kalian". Ucap Nyonya Gu.
"Malam ini kalian harus menginap disini !". Perintah Nyonya Gu tegas.
"Baiklah Ma, kami patuh". Jawab Edward Gu seraya memandang kepada Christy.