HURUF KAPITAL

1005 Kata
"Direktur Gu, kau sudah kembali?. Bukankah seharusnya besok ?" tanya Chirsty gugup. "Tunggu dulu mengapa aku harus gugup seperti ini, aku tidak berbuat salah padanya kan, lalu untuk apa aku gugup dan takut," pikir christy. Christy mengambil nafas dalam-dalam. "Dirketur Gu apakah ada janji dengan seseorang disini juga ?" ucap Christy sembarang bertanya. Edward Gu, membasahi bibirnya seraya memandang tajam kepada Chirsty Xu, lalu memandang pria di depannya. "Nona Christy apakah kau tidak membaca pesanku ?" tanya Edward Gu. "Ahh, ponsel. tunggu sebentar akan ku aktifkan dulu!" ucap Christy. Chirsty mengaktifkan ponselnya, dan membaca pesan dari Edward Gu. "BUATKAN AKU MAKAN MALAM, OTW APARTEMENMU!" isi pesan Edward Gu dengan Huruf Kapital. "Ya Tuhan, pria ini benar-benar. Apakah KAU menciptakan dia hanya untuk menggangguku. Ya kurasa di dilahirkan hanya untuk menggangguku," pikir Chirsty. Christy menggigit-gigit bibirnya karena kesal. "Baiklah Neil, karena bos ku menjemput untuk menyelesaikan perkerjaan yang tertunda, kita akan lakukan ini di lain waktu lagi. Kita atur ulang jadwal bertemu kita yah. Aku sudah menyimpan nomor ponselmu. Nanti akan kuhubungi," cap Christy dengan memaksakan senyumannya. "Direktur Gu, mari silahkan," cap Christy sambil menahan kesal. Christy Xu dan Edward Gu, meninggalkan Lovers Cafe. Di dalam mobil Edward meminta ponsel Christy. "Berikan Ponselmu !" perintah Edward Gu. Christy memandang sinis kepada Edward. "Tidak mau," awab Christy ketus. "Aku akan menghitung sampai tiga," ucap Edward. Edward mulai menghitung perlahan. Di hitungan ketiga Christy akhirnya menyerah dan memberikan ponselnya. Edward mengambilnya dan segera membuka kontak phone Christy lalu mencari nama Neil dan menghapusnya. "Aku akan menambahkan point peraturannya lagi. Selama kesepakatan berlangsung kau dilarang bertemu dengan pria lain," ucap Edward Gu. Christy sungguh kesal mendengar peraturan baru tersebut. "Direktur Gu, apakah kau ingin membuatku Sendirian seumur hidupku ini ?" tanya Christy dengan bersungut kesal. "Ya mungkin saja," jawab Edward sambil memberikan senyuman provokasi kepada Christy. "Dasar kurang kerjaan !" ucap Chirsty sambil merebut Ponselnya. Entah mengapa Edward suka sekali melihat ekpresi wajah christy. Baginya Chirsty memiliki banyak ekspresi wajah yang tidak pernah membuat dia bosan untuk melihatnya. Meskipun itu ekpresi sedih di kala pertemuan pertama mereka di apartemen Chirsty waktu itu, ataupun ekpresi ketika Christy melihat Rumah Utama Keluarga Gu. Edward menyukai semua ekpresi wajah Christy. Sesampainya di Apartemen Christy. Edward langsung masuk ke kamar mandi Christy. Lalu membuang semua peralatan mandi Chirsty dan diganti dengan yang dia bawa. Peralatan mandi berpasangan. Sikat gigi dengan model dan warna yang sama. Handuk dengan warna yang sama. Kimono mandi yang sama. Sementara Christy mulai sibuk menyiapkan makan malam mereka. Tiba-tiba terbesit ide jahil Christy. Memikirkannya Christy sudah membuatnya merasa senang. Nanti christy akan memisahkan sedikit bagiannya. Lalu akan memasukan garam dan banyak cabai di sebagian lauk yang akan di berikan kepada Edward. "Bersiaplah Direktur, aku akan membalasmu !" ucap Christy sambil terkikik tertawa. Edward selesai mandi, masih dengan menggunakan Kimononya. Lalu berjalan ke arah dapur. "Apakah sudah selesai, aku sudah sangat kelaparan," ucap Edward kepada Christy. "Ya, ya sebentar lagi. Direktur silahkan duduk saja, ini akan segera kusiapkan sebentar lagi," ucap christy. Malam ini Christy hanya membuat makan malam sederhana. Satu jenis Soup, dan tumis daging bawang bombay Paprika. Christy menata makan malamnya di meja makannya yang minimalis tersebut. "Makan malam sudah siap," panggilnya kepada Edward Gu. Christy memakan makanannya dengan tenang, sementara Edward dengan wajah meringis, ketika mencoba Soupnya, Lalu wajahnya memerah ketika mencoba Tumis daginngya. Ya Christy telah menabur garam yang banyak ke dalam soup tersebut. Dan banyak menabur bubuk cabai kedalam Tumisan daging tersebut. "Christy!" panggil Edward dengan tatapan kesal. Edward berdiri ingin menangkap Christy yang sudah siap berlari sembunyi di Apartemennya yang tak seberapa besar tersebut. Mereka seperti bermain galasin, siapa cepat maka baru bisa menangkap lawannya. "Christy!" panggil Edward lagi dengan suaranya yang berat menandakan kekesalannya sudah sampai di puncak kepalanya. Chirsty memandang kamarnya, lalu secepat kilat berlari masuk ke kamarnya. Namun kalah cepat oleh Edward. Christy tertangkap oleh Edward dan mereka terjatuh terguling di tempat tidur Chirsty. Melihat wajah Christy yang memerah dan mendengar deru nafas Chirsty yang terengah-engah. Degup Jantung Edward seakaan tertabuh dengan kencang. "Apakah kau ingin membalas dendam kepadaku ?" tanya Edward Gu sambil mendekatkan hidungnya ke hidung Chirsty. Chirsty hanya bisa mengatur nafasnya yang naik turun itu. Tiba-tiba tangan Edward meluncur kepinggang Christy. "Baiklah karena kau sudah berlaku nakal, maka aku akan menghukummu !" ucap Edward gu. Dengan keras Edward mulai menggelitiki pinggang Christy. " Haaffh, puuufh," terdengar suara renyah tertawa Chirsty. Edward semakin menyukai mendengar suara tertawa Christy yang renyah seperti ini. "Ahh Tuan, puuufh . Haaa haa. , Tuan Gu, aku mohon ampun. Ampun Tuan Gu," mohon Chirsty. "Berjanjinlah kau tidak akan nakal lagi !" perintah Edward. "Baik-baik aku berjanji akan patuh," ucap Christy. Edward menghentikan gelitikan di pinggang Chirsty. "Sekarang buatkan aku makan malam yang layak !" perintahnya kepada Christy. "Baik Direktur," jawab Chirsty masih dengan nafas yang tersengal-sengal. Edward bangkit dari atas tubuh Chirsty. Christy segera berlari bak kelinci yang baru saja melarikan diri dari musuh yang mau memangsanya. "Aaah pria itu, benar-benar dicipatakan untuk menggangguku," ucap Christy dalam hati penuh kesal. Sementara Edward terduduk di Tempat tidur Chirsty memikirkan apa yang baru saja terjadi, hanya hal sederhana namun di hatinya menjelajah bahagia senang yang amat sangat. "Christy," ucap Edward dalam hati menyebut nama Christy. Edward melihat-lihat kamar Christy. ini pertama kalinya dia ada memasuki kamar seoarang wanita. Edward melihat-lihat foto bingkai kecil yang ada di meja rias Chirsty. Hatinya seketika kesal ketika melihat foto kelulusan Christy. Di sebelahnya ada Eric Xie dan Nyonya Xie. "Wanita bodoh, mengapa kau masih menyimpan foto pria b******k ini," ucap Edward dengan kesal. Meski memahami mungkin christy masih menyimpannya karena ada Foto Nyonya Xie disampingnya karena itu tidak tega untuk membuangnya. Edward mengeluarkan foto itu dari bingkainya, Lalu merobek foto yang ada bagian Eric Xie. Jadi tinggallah foto Chirsty dan Nyonya Xie saja. Dengan tersenyum puas Edward memasukan kembali foto itu kedalam bingkainya. "Haa haa, begini baru lebih enak untuk dilihat," ucap Edward tertawa senang. Edward mendatangi dapur dan mengawasi Chirsty memasak, khawatir jika saja Chirsty masih mau menjahilinya. "Astaga Tuan, kau mengangetkan ku saja," ucap Christy ketika menyadari bahwa Edward sedang memandanginya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN