Christy segera membuatkan kopi dan membawanya ke Ruangan. Christy menarik nafas dalam-dalam.
"Huufh, baiklah aku akan berpura-pura hilang ingatan saja tentang kejadian semalam."
Christy menaruh Kopi itu diatas meja dengan pelan, perlahan-lahan melangkah mundur membalikan badannya. berjalan pelan ke pintu keluar, sambil mengigit-gigit bibirnya.
"Berhenti!" perintah Edward Gu.
Christy perlahan membalikan badannya. "Ya pak Direktur," ucap Christy.
Edward menggerakan jarinya memberi tanda agar Christy mendekatinya. Christy perlahan mendekatinya.
"Tentang tadi malam aku akan menuntut ganti rugi kepadamu," ucap Edward Gu.
"Ennn, itu ..... Hmm Direktur bisa memotong dari gajiku saja," ucap Christy.
"Aku menuntut ganti rugi 500 juta," ucap Edward Gu.
Mata christy melebar memandang Edward Gu. "Apa-apaan pria ini Kaya tapi begitu perhitungan dan serakah," ucap Christy dalam hati dengan kesal.
"Tuan, aku hanya memakai kemejamu, mengapa aku harus mengganti rugi dengan amat mahal," protes Christy .
"Bukan hanya kemeja, tapi kau juga sudah menjadikanku seorang baby Sitter pada malam itu," ucap Edward dengan serius.
"Hmm ..... ini, Enn bukankah dia yang dapat keuntungan lebih banyak dari kejadian semalam. Kenapa jadi dia yang menuntut ganti rugi," pikir Christy.
"Tuan apa itu tidak terlalu berlebihan?" tanya Christy dengah putus asa.
"Kau hanya memiliki dua pilihan. Membayar ganti rugi atau menjadi pacar settinganku?" ucap Edward Gu.
"Akhir-akhir ini Ibuku ribut sekali meminta ku menikah, dan sibuk melempar ku kesana kemari untuk di jodohkan," tambahnya lagi,
"Kau cukup datang jika aku memintamu datang," Edward Gu menjelaskan peraturannya.
"Semudah itu?" tanya Christy. Edward Gu mengangguk.
Christy menimbang-nimbang penawaran Edward Gu, lalu memutuskan tidak ada salahnya menerima tawaran Edward Gu.
"Baik, sepakat. Tapi kau harus berhenti mengancam sedikit-sedikit akan memotong gaji ku," pinta Christy.
"Ok, untuk kesepakatan ini aku akan memberikan kompenasasi untukmu. Bonus 12 bulan gaji," ucap Edward Gu.
"Ah, benar kah itu?" ucap Christy dengan mata berbinar sambil memegang tangan Edward Gu. 12 bulan gaji bukankah itu bernilai puluhan juta, tentu saja membuat Christy senang hati dan langsung bisa segera pindah mencari apartemen.
Christy nampak tersenyum-senyum keluar dari Ruangan Presdir. Dia mengira dirinya akan di hukum, namun siapa sangka Presdir yang menyebalkan itu malah memberinya bonus, meski dia harus mengerjakan pekerjaan ekstra di luar pekerjaannya sebagai sekretaris.
"Bersiaplah, kita akan bertemu dengan ibuku!" isi Pesan Edward.
"Aiiiish, pria ini benar-benar tidak ingin merugi," ucap Christy Xu dalam hati.
Sepulang Jam kantor Christy ikut pulang dengan Edward untuk makan malam dengan ibunya. "Ingat kau harus berakting dengan baik nanti," ucap Edward Gu.
"Jika tidak bonusnya akan ku potong," tambah Edward Gu.
"Aisssh Pria ini benar-benar perhitungan dan pelit sekali," ucap Christy dalam hati.
"Ya, ya Tuan muda tenanglah aku akan berakting meyakinkan, sangat-sangat meyakinkan sampai-sampai nanti ibumu mengira kita akan segera menikah," jawab Christy dengan kesal.
Mereka tiba di Rumah Tua Keluarga Gu. Christy terkagum dengan bangunan rumah tersebut. Rumah bergaya tradisional. Rumah keluarga Gu dibangun dalam sebuah lahan tertutup dengan banyak bangunan di dalamnya.
Edwrad hanya tersenyum melihat wajah Christy yang terkagum kagum. "Hei kemari cepat, apa kau begitu menganggumi rumahku ini?" tanya Edward Gu .
"Aaah Tuan ini indah sekali. Jika kau memintaku untuk tinggal disini, dengan senang hati aku akan tinggal disini," ucap Christy.
Edward mengernyitkan Alisnya, dari semua wanita yang dia kenal, hanya baru Christy saja yang menyatakan suka jika harus tinggal di Rumah Tua ini.