KECANGGUNGAN DI PAGI HARI

549 Kata
Christy memukul-mukul kepalanya. "Ya Tuhan. Christy, kekacauan apa yang telah kau buat," batinnya menggeliat. "Habislah sudah karirku yang baru berusia beberapa hari ini," ucap Christy mau menangis dsn sendu dihati. Christy membuka pintu kamar itu pelan-pelan. Sepertinya Presiden Direktur sedang tidak ada, Christy mengendap-ngendap keluar sambil berjinjit agar gerakannya tidak terdengar. "Apa kau mau pergi membawa baju kemejaku?" ucap Edward. Tubuh Christy membeku . "Ketahuan," ucap Christy dalam hati sambil menggigit bibirnya. Edward berdiri bersedekap di depan Christy Xu. "Apakah wanita ini benar-benar akan pergi keluar dengan seperti ini," ucap Edward dalam hati sambil memandangi kemeja selutut yang dipakai Christy, menunjukan kaki jenjang panjangnya dan mepertegas jari-jari kacil kakinya yang imut. Edward mengambil Tas yang ada di sofa dan memberikannya kepada Christy. "Bajumu yang semalam telah kubuang, kau pakailah baju ini. Cepatlah atau kita akan terlambat pergi ke kantor," ucap Edward Gu. Christy Xu masih mencoba mencerna perkataan Edward. "Hah maksudnya kita akan bersama-sama pergi ke kantor kah?" tanya Christy dan menutup mulutnya karena panik. "Cepatlah bersiap, atau aku akan memotong gajimu untuk ganti rugi kejadian tadi malam," ucap Edward Gu. Christy Xu segera melesat Mandi dan bersiap. Setelah sarapan mereka pergi ke kantor bersama-sama. Sepanjang perjalanan Christy merasa was-was, bagaimana jika teman-temannya nanti melihat dia pergi ke kantor bersama-sama dengan Presiden Direktur. "Direktur, bisakah aku turun di depan. Aku akan naik kereta saja," pinta Christy. "Patuh, atau ku potong gajimu," ucap Edward "Pria ini kenapa sedikit-sedikit mengancam memotong gajiku," batin Christy mendengus kesal. Chirsty merasa lega ketika mengetahui Presiden Direktur memiliki tempat perkir sendiri dan Lift khusus sendiri. Dengan begini tidak akan ada gosip yang merebak. Christy memilih memakai lift umum. Christy berlari dengan cepat agar sampai terlebih dahulu sebelum Presiden Direktur sampai ke Ruangannya. Edward berdiri selama lima menit di depan Lift Khusunya, barulah masuk setelah lima menit berlalu. Tak berapa lama Chirsty sampai, Edward pun sampai. Chirsty merasa lega bisa melewati hari ini tanpa meninggalkan jejak gosip. Hosh Hosh Hosh Christy mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, karena tak ingin EdwardnGu sampai lebih dulu di ruangannya. "He kemana kau tadi malam?" tanya Yuri kepada Christy. "Ennn, aku. Itu eem karena merasa mabuk jadi tadi malam aku memilih kembali lebih dulu," ucap Christy. Helen datang dan menarik lengan Christy. Helen menariknya ke Toilet. "Christy katakan kepadaku semalam kau pergi kemana. Semalam aku bertemu dengan si b******k Eric. dia bilang kau pergi dengan calon suamimu?" tanya Helen berapi-api. Christy mengajak helen masuk ke salah satu bilik toilet. "Ssst, pelankan suaramu!" ucap Christy dengan gugup. "Helen, aku bersumpah tidak akan pernah menyentuh alkohol lagi. Semalam ku dibuat menjadi gila karenanya". Ucap Christy sambil mau menangis. "Katakan apa yang terjadi?" tanya Helen penasaran. Christy menceritakan kejadian semalam dengan berbisik kepada Helen. Mendengar cerita Chirsty hampir-hampir saja membuat Helen tercekik karena tersedak. Ya Tuhan bagaimana mungkin Chirsty muntah di tubuh Presiden Direktur yang penyuka kebersihan itu. "Habislah Riwayatmu kali ini Chirsty sayang, kenapa kau selalu tidak beruntung jika berhubungan dengan Pria," ucap Helen yang turut bersedih melihat nasib teman baiknya ini. "Christy dimana kau? Presiden Direktur meminta Kopinya!" ucap Yuri melalui ponselnya. Christy segera melesat meninggalkan toilet dan meninggalkan Helen yang masih terperanjat kaget. "Yang akan terjadi, terjadilah," ucap Christy sambil mengaduk-aduk kopi untuk Edward itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN