Alarm jam Christy berbunyi. Chirsty tersentak terbangun dan langsung meraih ponselnya membuka web E-banking. Wajahnya tersenyum puas melihat angka nol yang bertambah di dalam rekeningnya menjadi puluhan Juta dalam semalam saja.
Christy segera bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas mandi. Dia berencana mencari unit apartemen yang bisa disewa di sekitaran dekat dengan kantor tempat dia bekerja.
Setelah berkeliling ke beberapa Agent, akhirnya christy mendapatkan satu unit yang bisa disewa, bahkan dengan harga yang cukup murah. Christy merasa puas sekali karena bisa berhemat banyak. Christy membayar penuh sewa satu tahun kedepan.
Segala prosedur dan persyaratan telah selesai di penuhi, Christy sudah bisa langsung menempati apartemen barunya. Helen sedikit tidak rela kehilangan teman sekamarnya itu.
"Haruskah kau pindah?" tanya Helen.
"Tentu saja," jawab Christy sambil memberi tanda kepada Helen untuk melihat ke arah pacarnya yang nampak berekspresi senang karena Christy akhirnya pindah.
"Lagipula, jika nanti kau lembur dan pulang terlalu malam.Kau bisa menginap di tempatku," ucap Christy.
"Ya, ya kau berhati-hatilah disana !. Jangan terlalu merindukan aku nanti," ucap Helen.
Christy Xu sibuk menata dekorasi Apartemennya. Ponsel Christy berdering, "Ya Direktur," ucap Christy.
"Apa kau sudah pindah ?" tanya Edward Gu.
"Ya Direktur, hari ini baru saja pindah," jawab Christy.
"Bagus, berikan lokasimu dan buatkan aku makan malam Mie dingin pedas !" ucap Edward.
"Enn, itu. Maksudnya apakah kau akan datang kesini?" tanya Chirsty Xu.
"Tentu saja, bukankah sudah ada dalam kesepakatan kau datang jika aku pinta. Hari ini aku yang berbaik hati mendatangimu. Masakan aku mie dingin dan juga daging panggang!" ucapnya Lagi lalu menutup telponya.
"Ya Tuhan apakah kepalanya baru saja kena Bola sepak. Akhir pekanku yang tenang terobrak-abrik," Chrsity meringis kesal.
Christy mengambil jaket dan tasnya lalu pergi ke Toko serba ada untuk membeli bahan-bahan untuk membuat mie dingin. Baru saja pindah mana ada terfikir untuk memasak. Bukankah ada delivery food, untuk apa susah-susah masak jika sedang dalam keadaan repot.
"Ya, ya hanya mahluk dingin satu itu yang suka sekali membuat hal kecil menjadi sebuah kerepotan," ucap Christy melirih dalam hati dan menghela nafas panjang.
"Aaaah Direktur, apakah Nyonya Gu salah makan ketika sedang mengandungmu dulu ?kenapa kau menyebalkan sekali," pikir Christy.
Dzzrt, ponsel Chirsty berdering. "Turunlah, jemput aku !" perintah Edward Gu.
"Nanti berikan aku satu kartu aksesnya," Ucap Edward.
"Aah yang itu jugakah ? maksudku kartu akses?" tanya Christy
" Ya, aku adalah Tuanmu, apakah kau lupa," ucap Edward Gu sambil berlalu masuk ke Apartemen Christy.
"Hmm, ini terlihat bagus," ucap Edward Gu dalam hati sambil memperhatikan dekorasi unit apartemen Christy.
Edward memandangi Christy yang sibuk di dapur. Lalu melangkah ke ruang tamu dan menyalakan TV . Edward merasakan suatu rasa yang aneh ketika wangi daging panggang menyeruak ke penciumannya.
"Rasa apa ini? mengapa ku merasa seperti seorang suami yang sedang menunggu istrinya selesai memasak," pikir Edward Gu.
tetiba saja Edward merasa datang kesini hanya untuk memakan mie dingin pedas sungguh keputusan yang sangat tepat. Hari ini sebenarnya dia di undang ke pesta Para Tuan Muda di salah satu pulau pribadi.
Namun dia menolaknya karena sedang malas meladeni para nona muda yang akan sibuk sepanjang malam untuk menarik perhatiannya. Lalu dia memiliki ide untuk makan malam mie dingin dengan Christy.