Menerima

1161 Kata

  Setelah hampir satu hari menghabiskan waktu di sekolah, Kania kini dapat merebahkan badan di empuknya petiduran. Sistem fullday menguras waktu hingga tenaganya. Namun, itu semua sebanding dengan kepuasan dan kebahagiaan yang dia dapatkan dari mengajar. Kania melirik jam dinding, waktu menunjukkan pukul setengah empat sore. Itu artinya sebentar lagi Fawwaz akan pulang dari pabrik   Sebuah ketukan di pintu membuat Kania buru-buru bangkit, dia menyambar bergo yang di gantung di samping lemari sebelum membuka pintu. Sang Mertua berdiri dengan wajah ketusnya, dia membuat Kania tidak mampu membalas tatapan tajamnya.   “Suami mau pulang malah enak-enakan santai di kamar, buruan masak, siapkan kebutuhannya. Jangan mentang-mentang di sini ada bibi yang bantuin terus kamu bisa santai.” Kania

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN