Simalakama

1209 Kata

  “Semua ninggalin Ambu. Sari, Sarah, Aa, sebentar lagi Aisha,” rajuk Bu Sumarni kala mendapati rumah kosong. Beberapa saat lalu Bi Ning mengatakan kalau Fawwaz dan Kania sedang berbelanja. Untuk mengisi rumah baru yang akan mereka tempati lusa.   Belum juga pindah, ibu dari Fawwaz itu mulai merasa sedih. Gara-gara Kania, pikirnya. Kalau saja perempuan itu lebih mudah di atur Fawwaz tidak akan meninggalkannya. Dia menyusuri lorong yang menghubungkan ruang tamu dan ruang keluarga. Wanita yang baru saja pulang dari rumah anak perempuannya memerhatikan satu demi satu foto yang terpasang di dinding lorong.   Barisan figura yang di atur sedemikian rapi oleh Aisha mengajaknya untuk menyelami ingatan. Masa lampau di kala anak-anak mereka masih bisa dia dekap dengan erat. Fawwaz kecil berbada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN