Rahasia Fawwaz

1174 Kata

  Perempuan dengan gamis motif abstrak itu masih duduk lemas di balik pintu kamar. Kala sebuah ketukan lembut mengagetkannya dia buru-buru bangkit kemudian menghapus air mata dengan ujung jilbabnya. Dia memutar kenop pintu, tatkala dibuka sosok pria yang dia rindukan berdiri di hadapannya.   Dia sudah bosan terus-terusan berdiam diri. Tanpa ragu perempuan yang tengah sakit hati itu menghambur kedalam pelukan sang suami. Isakan kembali lolos dari bibirnya. Fawwaz ikut sedih, dia tidak tahu harus berbuat apa, satu sisi adalah ibu yang dia sanjung dan hormati sedangkan sisi lainnya adalah kekasih hatinya, perempuan yang dia cintai. Perempuan yang dia yakini akan menamaninya hingga ujung usia.   Ketika Fawwaz sampai di rumah dia melihat kedua orang tuanya saling diam. Lelaki yang tengah k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN