"Eh." Crisy kaget karena tubuhnya tak bisa bergerak. Ia melirik ke bagian perut di mana tangan Raiza memeluknya erat. "Perasaan semalam aku tidur di sofa, apa Raiza yang membawaku naik?" Melihat Raiza yang masih memejamkan mata, ia pun sedikit menggeser posisi jadi menatap suaminya. Rahang tegas dengan kontur wajah yang jauh lebih matang dari awal mereka bertemu tujuh tahun lalu. Terlihat jelas bagaimana perubahan dari wajah yang selalu tersenyum itu. Crisy menyentuh batah hidung dan menyusurinya dengan jemari. "Jadi ... berapa banyak duka yang sejatinya kau sembunyikan dari dunia ini, Za?" gumamnya pelan lalu meraba alis mata pria itu yang memancarkan ketegasan dan keangkuhan dalam dirinya. Netra yang menatap tajam dan sekaligus meneguhkan. Namun, kini terlelap seperti bayi. Entah bag

