Berderap pelan dengan wajah tertunduk, gaun pengantin putih membalut tubuhnya, penutup wajah melayang di udara ketika Crisy mulai melangkah anggun menuju altar. Kain jaring itu jatuh tepat di atas kepala, terurai panjang hingga ke belakang kepala, dan menutupi wajah cantiknya yang dirias pengantin. Riuh tepuk tangan dan decak kagum mengudara memenuhi ruang itu. Crisy mengeratkan gengaman pada sebucket mawar putih, sedang Carlos sebagai wali menggantikan ayah mereka mengapit tangannya yang lain. Sampai pada jarak beberapa meter dari altar, sosok tampan berbalut tuxsedo putih mendekat. Senyum mengembang di wajahnya. Ia berdiri dan mengulurkan tangan pada calon istrinya. Degup jantung bertalu. Saling menatap terhalang penutup jaring yang menyembunyikan wajah sang mempelai wanita. "Aku

