Receh banget

700 Kata
"Udah selesai kak, ngomongnya?" Tanya Zee tegas. Dinda kaget mendengar suara Zee. Tagas, ga ada rasa takut, berkesan tenang, tapi menghujam. "Gue pikir ada hal gawat darurat apa, sampe gue diberhentiin begini. Ternyata hal receh. Gak penting tau gak. Kak  coba dong otak lo dipake untuk hal yang spektakuler, bukan hal cemen begini. Gak mutu" jelas Zee sambil menarik tangan Cindy dan menyentuh bahu Dinda dengan bahunya sehingga Dinda sedikit terhuyung. "Bacoooootttt" teriak Dinda kesal. Randy kebetulan lewat dan tertawa melihat kelakuan Dinda. "Selama lo pake pola pikir lo untuk ngabisin Zee, lo sendiri yang bakal terjungkal" kata Randy sambil berlalu dari hadapan Dinda. Dinda menatap kesal pada Randy. Bukan dibantuin, malah diledekin. Rasa kesal pada adik kelasnya itu semakin menjadi. "Bocah tengil" teriak Dinda kesal ***** Tidak terasa, sudah seminggu setelah kejadian itu. Zee bahkan sudah lupa. Kakak kelasnya pun kapok mengintimidasi Zee. Malah buat mereka malu sendiri. Zee berjalan menuju lapangan. Pelajaran olah raga. Karena tadi dia ke toilet dulu, dia masuk lapangan sedikit telat. Baru melewati kelas Brian, tiba-tiba tubuh Zee ditabrak dan Zee nyaris terpental. Zee segera mencari keseimbangan, agar tidak jatuh. Zee melihat siapa yang menabrak dan keduanya berseru kaget. "Lo lagi" keduanya bersamaan teriak "Lo jalan ga pake mata?" Sergah Brian marah "Lo tuh yang becanda kelewatan. Lo pikir gue tau, lo bakal keluar kelas tiba-tiba? Gue udah pake mata. Tapi kejadian tiba-tiba ga bisa ditangkep sama mata gue" teriak Zee kesal. 'Heran, pola pikir kakak kelasnya kenapa pada aneh ya' pikir Zee. 'Kalau Brian ada di koridor, Zee ga lihat dan menabrak Brian, wajar kalau Zee salah. Tapi Brian keluar kelas tiba-tiba. 'Siapa coba, yang salah.' bela Zee dalam hati. Keributan Zee dan Brian membuat teman-teman Brian keluar kelas. "Lo lagi" teriak Delon mengetahui siapa biang keributan "Dunia gue kenapa ketemu orang-orang ga guna macam kalian sih" kata Zee sambil ngeloyor pergi. Delon tersinggung mendengar kalimat Zee. Delon mencegat Zee sehingga Zee menghentikan langkahnya. "Gak guna?" Tanya Delon marah sambil mencengkram bahu Zee. "Bisa lepasin tangan lo dari bahu gue?" Tanya Zee dingin "Gak" kata Delon marah sambil memperkeras cengkramannya. "Gue gak bakal lepasin, biar lo ka...." 'BRAAAAAKKKK' Dengan sekali gerakan, Zee membanting Delon. "Jangan bilang, gue ga peringatin elo" kata Zee pada Delon. Beberapa teman kelas Brian bengong melihat kejadian barusan. Brian dan David terkejut melihat reaksi Zee. Amarah David memuncak, tangannya siap memukul Zee. Brian ingin menangkap, terlambat. Zee duluan menangkap tangan David dan mengunci tangan David. Wajah David memerah kesakitan, marah dan malu. Zee mendorong badan David yang jauh lebih besar darinya. Matanya tajam menatap David, Delon, Brian dan semua kakak kelasnya. Amarah tertahan terlihat dimatanya. "Gue gak pernah mau cari ribut. Tapi kalau ada yang ganggu gue, gue ga segan untuk melawan. Dan satu lagi, jangan mentang-mentang lo semua lebih tua dari gue, bisa seenaknya menghajar gue" kata Zee dengan nafas memburu melihat kearah Brian dan teman-temannya. "Lo, jangan sekali-kali lagi nyentuh gue" kata Zee kepada Delon yang sudah berdiri. "Kita bukan mahrom. Menyentuh kulit lawan jenis yang bukan mahrom, kepalanya akan ditusuk besi panas. Kalau lo mau ditusuk, silahkan. Tapi jangan ajak-ajak gue. Cari korban yang lain" masih dengan nafas memburu, Zee meninggalkan Delon yang dapet skakmat lagi. "Dan lo" matanya ke arah David. "Gue yang perempuan aja, gak pernah mukul perempuan di sekolah ini. Lo tanya semua cewek-cewek yang pernah intimidasi gue, sejak kejadian norak minggu lalu itu" kata Zee sambil melirik Brian dengan tajam.  "Kalo lo masih nekat, mukul perempuan, gue gak akan segan sama elo" lanjut Zee dengan nafas tertahan emosi. Zee membalikkan badan setengah berlari menuju lapangan. Brian menatap Zee dengan pandangan kesal, malu, bete, semua bercampur. Novri menepuk bahu Brian.  "Jagoan gue muncul" Brian menoleh kearah Novri dengan tatapan ga suka. "Brad, tadi itu salah Delon yang terus becanda sama elo sampe elo keluar kelas dan gak lihat ada orang lewat. Lo juga salah, karena ga menghentikan Delon ketika sampe pintu" kata Novri sambil tertawa. "Dan seperti biasa, akhirnya Delon muncul bikin keruh, dan ditambah David" kata Novri menatap teman-temannya. "Gue rasa, perang dimulai antara Zee melawan Brian, Delon David. Walau lawannya cowok tiga orang, gue yakin, Zee bakal menang" sahut Novri sambil ngakak. Sedangkan Delon, David dan Brian berpandangan bingung dan marah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN