Zee berjalan kearah lapangan, meminta maaf kepada pak Suryo karena terlambat. Zee diberi hukuman push up.
Brian memperhatikan Zee dari lantai atas. Selepas ucapan Novri, Brian naik ke lantai atas untuk melihat Zee di lapangan.
"Zee dihukum ya. Lo lihat kan? Gue yakin dia ga ngomongin kejadian tadi. Zee bukan orang yang mau ribet. Dia anggap masalah tadi sudah selesai" tiba-tiba Novri berada disampingnya. Brian tergagap aksinya diketahui oleh Novri
"Saat ini lo penasaran sama Zee, lo amati dia, biar lo bisa bikin rencana bales dendam kan?" Selidik Novri
Brian terdiam, aksinya ketahuan sahabatnya.
"Hati-hati, nanti lo malah jatuh cinta" kata Novri tergelak, membuat panas wajah Brian.
"Gue cuma bilang, lo aneh sejak anak itu hadir didepan lo. Logika lo gak maen" kata Novri sambil menepuk bahu Brian dan meninggalkan Brian sendiri.
Brian tercenung. Rasa ego dan gengsinya menutupi logikanya. Seharusnya dia mulai berdamai. Brian memutuskan kembali ke kelasnya. Jangan sampai Zee menguasai pikirannya. Gak perlu bales dendam, tekad Brian sudah bulat.
Brian mendekati Novri yang serius didepan laptopnya. Pelajaran yang sedang berlangsung sekarang seharusnya presentasi pelajaran bu Ghia. Namun karena bu Ghia ada penataran, maka bu Ghia meminta, tugasnya dibuat ke youtube, link-nya diberikan bu Ghia. Karena mereka gak bawa alat musik, maka mereka memutuskan membuat dirumah.
"Bikin apa?" Tanya Brian
"Proposal Baksos. Revisi. Chacha baru selesai" jawab Novri matanya tetap fokus ke monitor. Brian membaca sekilas, lalu mengangguk.
Brian berpikir tentang proposal dana yang bisa dia edarkan. Brian ingat, ayahnya punya beberapa sahabat baik, yang sukses. Sepertinya bisa membantu dari segi dana.
Brian menekan nomor Firdaus - ayahnya. Baru kring satu kali, diangkat. Berarti ayahnya ga sibuk
"Assalamu'alaikum, pa.. ganggu ga?"
"Wa'alaikumussalam. Enggak, Bi, ada apa?"
"Mengenai yang aku cerita semalam, pa. Tentang Baksos. Novri lagi bikin proposalnya."
"Nanti papa baca, kira-kira papa bisa bantu apa"
"Makasih, pa." Jawab Brian senang.
"Pa" Brian ragu-ragu
"Ya?"
"Kira-kira, teman papa, ada yang bisa bantu gak?"
Papanya terdiam. "Nanti coba papa cari" jawab Firdaus
"Makasih, pa"
Novri menoleh kearah Brian. "Sempurna banget hidup lo, ganteng, kaya, ketua OSIS, ketua tim basket" pantes banyak cewek tergila-gila sama elo"
"Lebay lo ah" kata Brian tertawa. "Ada satu cewek yang ga tergila-gila sama gue. Malah dia bingung, apa kelebihan gue' batin Brian. Tiba-tiba Brian memukul kepalanya, kenapa juga jadi mikirin Zee.
Melihat Brian memukul kepalanya, Novri sontak bertanya? "Kenapa lo? Udah mulai oleng?"
Brian tertawa, "Pengen ngetes, kepala gue keras, gak" jawab Brian, asal
"Ternyata?" Tanya Novri
"Sedikit" jawab Brian tertawa. Novri geleng-geleng melihat Brian
"Ini proposal udah gue cek. Ntar gue print. Moga ga ada revisi dari elo, pembina OSIS dan kepala sekolah. Biar bisa langsung cari sponsor" jelas Novri.
"Gue baca bentar ya" kata Brian. Novri mengangguk, Brian membaca beberapa lembar proposal lalu mengacungkan jempolnya, tanda setuju.
*****
Pulang sekolah Novri, Brian dan Reno sepakat menyewa studio musik, untuk mengerjakan tugas bu Ghia. Selain agar suaranya jernih, biar lagu yang mereka ciptakan terdengar asik di telinga.
Brian mengambil gitar, Novri mengambil bass dan Reno mengambil drum.
Brian memainkan lagu yang sudah dikarangnya. Novri dan Reno mendengarkan. Setelah itu mereka latihan dan merekam untuk PR Brian.
Selanjutnya PR Novri, Novri beralih kepada keyboard. Novri memainkan lagunya. Brian memutuskan mengambil bass dan Reno memilih biola. Bertiga latihan untuk tugas Novri.
Reno suka aliran musik ska. Dia memainkan lagunya dengan gitar. Namun, dia meminta Novri tetap bermain keyboard. Karena Reno akan menggunakan terompet. Brian memilih menggunakan gitar.
4 jam. Akhirnya selesai juga.
"Yang kita kerjakan sekarang, sesuai dengan tema, persahabatan" kata Brian sambil membuka minuman
"Banget" jawab Novri "Disini kita saling support"
Reno tertawa "Kita cari referensi kesana kemari, ternyata kita sudah melakukannya" ketiganya tertawa.
File yang direkam ditransfer ke flashdisk.
"Brad, ni lagu kita bawain yuk, saat ada kesempatan tampil" usul Reno
"Siapa takut" jawab Novri.
"Pas perpisahan nanti" janji Brian.
"OK" sahut Novri dan Reno barengan.
"Vokalisnya siapa?" Tanya Reno.
"Ntar kita cari lah" sahut Brian. "Yang jelas, kita harus sering latihan dan ngulik nih 3 lagu." Kata Brian lagi.
"Siap" kata Reno dan Novri bersamaan.