"Sayang ... Katanya mau es krim? Itu udah dateng," ucap Radit yang langsung masuk ke dalam kamar Lia. Seharian ini, Lia seperti lemas dan malas untuk melakukan aktivitas. Mulutnya ingin mencicipi semua makanan enak, tapi Lia malas mengambil makanan. Inginnya di sediakan. Kalau bisa sekalian di suapi. Semenjak saling mendiamkan beberapa hari ayng lalu, Lia malah semakin malas. Lia membuka kedua matanya dan menoleh ke arah suaminya yang sedang menatapnya. "Bawa kesini aja es krimnya," ucap Lia lirih. "Ada di depan sayang. Kakak beli satu box freezer es krim, biar kamu puas memilih," ucap Radit terlihat santai. Lia langsung terduduk dan menatap Radit tajam, "Apa? Satu box freezer? Gak salah?" Radit menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu tersenyum penuh cinta pada istri kecilnya. "Ga

