Mendengar ucapan Dara baru saja, sontak membuat Lio tertawa keras secara spontan. "Cieee ... Ada yang kangen sama Abi nih yee ... Kalian berdua itu cocok, satu server," ucap Lio masih tertawa dan fokus menyetir. Dara menoleh ke arah Lio dan menatap Lio dengan sangat sinis. "Kenapa lo? Sinis amat matanya," ucap Lio mengejek. "Kak Lio tuh yang kenapa? Bisanya cuma ganggu Dara aja. Urus tuh hati yang galau," ucap Dara ketus. Seketika Lio langsung terdiam dan tak mengeluarkan suara sepatah kata pun. Lio hanya fokus pada bundara setir di depannya dan jalan raya ayang semakin padat. Tak lama mobil Lio masuk ke halaman sekolah Dara. Sebenarnya bukan pertama kalinya Lio mengantarkan Dara ke sekolah seperti hari ini. Hanya saja, biasanya Dara di antar lebih pagi dari ini, tapi hari ini mereka

