Lelaki Lain

1024 Kata
Mama agak sedikit syok saat Helen bercerita kalau dia menginap di rumah orang tua Charles waktu itu, dan Helen juga gak kalah syok saat Mama cerita kalau Bang Reza udah tahu tentang keinginan orang tua Charles yang mau menjadikan Helen sebagai menantu sekaligus ibu sambung buat cucunya. Pantas saja Bang Reza bersikeras agar Helen berkenalan dengan Wisnu. Sepertinya Bang Reza keberatan dengan keinginan orang tua Charles itu. Namun Helen sendiri belum sepenuhnya yakin dengan keinginan hatinya untuk mencoba memulai hubungan dengan Charles, melihat sikap Charles akhir-akhir ini yang suka aneh gak menentu, meskipun tak dapat dipungkiri, masih ada rasa suka di hati Helen untuk Charles sampai saat ini. Ting Sebuah pesan di w******p dari nomor yang tak di kenal, Helen mengamati gambar profilnya. Tampak familiar sepertinya ini Wisnu teman Bang Reza. Bener aja, begitu Helen membalas chatnya, orang itu langsung menelpon. "Oh, iya ingat. Temennya Bang Reza kan? Bang Wisnu ya..." ucap Helen basa basi. Wisnu mengutarakan maksudnya untuk mengajak ketemuan setelah pulang jam kantor. "Aku jemput di kantor kamu ya?" tanya Wisnu. "Iya deh," jawab Helen singkat dan mematikan sambungan teleponnya. Kebetulan hari ini dia diantar sama mama, karna mama ada acara sama teman alumni SMA nya. Jam lima lewat kerjaan Helen baru kelar. Setelah absen di lantai satu, Helen berjalan menuju depan kantor. Niatnya mau ngechat Wisnu nanya posisi sudah di mana, tapi keburu satpam datang dan bilang kalau jemputannya sudah datang. "Tampan ya Mbak orang yang jemput." Goda satpam kantor. Helen tertawa kecil sambil berjalan menuju mobil yang dikendarai Wisnu. Agak canggung saat dia berada dalam satu mobil dengan Wisnu. Kapan ketemu terakhir dengan Wisnu pun Helen sudah lupa. "Kamu apa kabar? Lama banget gak ketemu kamu ya, sudah besar tambah cantik lagi," ucap Wisnu ramah yang dibalas Helen dengan senyuman manis. "Maaf ya kalo tiba-tiba aku minta dikenalkan sama kamu. Reza pasti sudah cerita ‘kan?" "Hehe, sudah Bang,” jawab Helen singkat. Mobil memasuki SPBU. "Sebentar ya, kita ngasih minum si merah dulu," ucap Wisnu sambil mengelus-elus setir mobilnya. Si merah yang di maksud pastilah mobilnya ini. "Oh iya Bang, kalau gitu aku sebentar ke atm depan ya Bang." Helen keluar dari mobil dan berjalan menuju gallery atm yang ada di depannya. Ia tak menyadari ada seseorang yang mengantri dibelakangnya. Begitu Helen selesai melakukan penarikan, dia berbalik dan terkejut melihat Charles berdiri dibelakangnya lengkap dengan seragam polisinya. "Ya ampun. Kenapa kamu ada di mana-mana sih? Bikin kaget aja." Helen mengelus-elus dadanya. Tak berapa lama Erin masuk sambil menggendong Charlos. "Loh, Helen, kebetulan ketemu di sini, yuk ikut kita jalan nyari makan." Erin berdiri di samping Helen membuat Charlos leluasa bermain dengan rambut Helen. Pintu gallery atm di buka oleh Wisnu, rupanya dia menyusul Helen karna lumayan lama Helen tak kunjung balik ke mobil. "Sudah Len?" tanya Wisnu. "Sudah Bang," jawab Helen gak enak karna Erin dan Charles menatapnya penuh tanda tanya. "Abang tunggu di mobil ya." Wisnu segera keluar dari ruangan itu menuju mobilnya. "Siapa? Abang kamu?" tanya Charles. "Temen kuliah Abang aku," jawab Helen cepat tanpa memandang Charles. "Charlos, nanti kita main-main ya." Helen mencium pipi Charlos. "Tante, saya duluan ya," pamit Helen. Erin langsung cipika cipiki dan mengantarkan Helen sampai pintu mobil Wisnu. "Dadah Tante Helen." Erin melambaikan tangan Charlos. Sumpah, saat Erin melakukan hal itu, perasaan Helen benar-benar tak enak. Seakan Erin enggan membiarkannya jalan dengan laki-laki lain. Begitu mobil Wisnu berlalu, Erin langsung menghampiri Charles yang duduk santai di ruangan kerja Frans. Ternyata SPBU tempat Wisnu tadi mengisi bahan bakar, adalah milik Frans, bapaknya Charles. "Kamu sebenarnya mau gak sih mencoba menjalin hubungan dengan Helen? Kamu gak liat dia tadi sama laki-laki lain? Mama itu sangat berharap kalau dia yang jadi ibu sambungnya Charlos." ucap Erin menggebu-gebu. "Aku pasrah Ma, kemana takdir membawa jalan hidup, karna kalau jodoh pasti gak kemana," ucap Charles ngasal. Sebenarnya di dalam hatinya ada rasa yang gak bisa dijelaskan saat melihat Helen bersama laki-laki lain. Rasanya ingin menarik paksa Helen keluar dari mobil itu. "Ya ampun Charles, kamu ini! Tapi kalau kamu gak ada usaha, Helen itu bisa aja diambil sama laki-laki tadi. Kamu gak liat, gimana cara laki-laki itu memperlakukan Helen? Sampai dijemput ke gallery atm segala karna dia gak balik ke mobil, kamu gak takut Helen bakal berpaling dari kamu karna perhatian laki-laki lain?" ucap Erin. "Sudah Ma. Jangan terlalu memaksakan Charles. Nanti, pasti dia juga mikirin untuk mencari ibu buat Charlos," ucap Frans coba menenangkan Erin. Charles mengambil kunci mobilnya dan pamit balik ke kantor. *** Charles singgah ke makam Kirana sebelum balik ke kantor. Setelah membeli sebuket bunga, ia berjalan menuju makam Kirana. Diletakkannya bunga tadi sambil mengelus-elus batu yang bertuliskan nama istri yang dicintainya itu. Dipandanginya lekat makam Kirana itu. Walau sekarang dia sudah bisa menerima kepergian Kirana, tapi dia belum bisa sepenuhnya membuka hati untuk orang lain. Seseorang memegang pundak Charles dan berjongkok di sampingnya. Ternyata dia ibunya Kirana. "Nak Charles, apa kabar?" "Baik Ma. Mama kapan balik dari Manado?" tanya Charles. Dua minggu setelah kepergian Kirana, Ibunya Kirana pergi ke rumah orang tuanya di Manado, jadi selama ini dia hanya meliat cucunya lewat video call saja. "Tiga hari yang lalu. Kecapean di jalan jadi Mama baru sempat ke sini hari ini," jawab ibunya Kirana. Mereka meninggalkan makam Kirana setelah kira-kira sepuluh menit nyekar. Sepanjang jalan menuju pintu keluar makam. Ibunya Kirana menanyakan perihal ibu sambung untuk Charlos dan menawarkan Dea, adiknya Kirana untuk menggantikan posisi Kirana. "Ah, jangan lah Ma. Kasian Dea, ‘kan masih kuliah, kedokteran lagi. Sayang ilmunya kalau akhirnya dia jadi ibu rumah tangga dan mengurus Charlos,” ucap Charles menolak secara halus. "Dari pada kamu mencari wanita lain, yang belum tentu sayang dengan tulus sama Charlos?” ucap Ibunya Kirana lagi. Charles menggeleng seraya tersenyum. “Ya sudah, siapa pun yang akan menjadi ibu sambung Charlos, kamu harus kenalkan sama Mama ya, karna Charlos cucu Mama juga," ucap ibunya Kirana. Charles tersenyum dan pamit pergi. Untunglah Charles langsung menolak tawaran ibunya Kirana, karna Dea adiknya Kirana, bisa di bilang perempuan yang kurang baik, karna suka gonta ganti pasangan. Waktu itu, zaman Charles dan Kirana masih berpacaran, Dea pernah hampir tertangkap saat ada penggrebekan di salah satu diskotik di Jakarta.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN