KEBOHONGAN LAGI

1246 Kata

“Ada apa, Mas?” Tak sadar, Rani sedari tadi memperhatikan Firman yang tengah menerima telepon. Firman tergagap. Meski dia sudah mencoba tak merespon dengan ucapan, agar Rani tak mendengar, rupanya tanpa sadar dia tenggelam dalam lamunan. “Oh, ada panggilan ke Jakarta." Firman menutupi kegalauannya. "Tapi, apa kamu ngga apa-apa?” sambungnya. Tiga bulan lamanya dia menahan kerinduan ingin bertemu anak-anak dan tentu saja, Citra. Dan kini, seolah apa yang menjadi keinginannya mendapatkan jawaban. Ada rasa suka cita. Jika benar Citra mengandung, artinya proses perceraiannya akan batal. “Panggilan pekerjaan maksudmu? Bukannya kamu sudah dilarang Ayah kembali ke Jakarta?” tanya Rani mengingatkan. Rani menatap lekat wajah Firman. Benarkah hanya urusan panggilan pekerjaan? Kenapa waj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN