29. Sakit Hati Tak Berujung

1684 Kata

Suara Seno terdengar tajam dan penuh amarah dari seberang telepon. "Tari! Kamu ini perempuan macam apa?! Mana katamu yang mau memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Fendi?! Jangan kamu pikir Bapak ini di desa dan kamu bisa seenaknya, Tari! Nama kamu udah tercoreng di mana-mana! Apa kamu nggak mikirin keluarga?! Sekarang semua orang di desa ngomongin kamu! Kamu tau betapa malunya Bapak, Tar?" Tari mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ada perasaan pedih yang menusuk, tetapi ia tidak ingin menunjukkan kelemahannya. Tangannya menggenggam ponsel lebih erat, berusaha menjaga suaranya tetap tenang. “Pak, semuanya itu salah paham.” Ucap tari yang enggan menjelaskan lebih jauh hal yang menurutnya tak penting. Seno terdiam sesaat sebelum kemarahannya kembali meledak. "Salah paham

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN